Akibat banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya selama 3 hari berturut-turut, 1 hingga 3 Februari kemarin, laporan klaim pelanggan ke perusahaan asuransi meningkat tajam. Seperti yang dialami PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance).
Menurut WILLY SUWANDI DHARMA President Director Adira Insurance saat dihubungi suarasurabaya.net, Senin (12/02), mengatakan jumlah klaim mobil daril pelanggan hingga Selasa (06/02) mencapai 250 polis. Diperkirakan mungkin mencapai 500 klaim sampai musibah banjir ini usai.
“Menghadapi situasi genting ini, kami akan mempercepat proses klaim, asalkan laporan klaim diajukan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan memang polis tersebut dijamin dengan banjir,” kata WILLY.
WILLY menjelaskan begitu ada berita bencana banjir, jajaran Direksi Adira Insurance melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan operasional perusahaan maupun pelayanan, baik pelayanan kepada pelanggan maupun kepada karyawan Adira Insurance sendiri.
“Kami langsung membentuk dua Tim Utama. Tim pertama ditugaskan membentuk Posko Bantuan Banjir yang ditujukan untuk mengevakuasi karyawan yang terkena musibah serta memberikan bantuan logistik. Tim kedua dimaksudkan untuk fokus melayani Pelanggan yang terkena bencana banjir,”tukasnya.
Adira Insurance siap melayani pelanggan dalam kondisi seperti ini. ”Tim autocillin care (call center), Inspector (surveyor), dan autocillin rescue yang terdiri dari armada Emergency Roadside Assistance dan mobil derek sudah terlatih dan dipersiapkan untuk melayani pelanggan dalam memproses klaim, perbaikan mobil di tempat untuk kerusakan ringan, dan penderekan mobil. Selain itu, kami juga memiliki bengkel-bengkel rekanan yang berkualitas,”paparnya.
Musibah banjir yang terjadi di Jakarta, menurut WILLY, menjadi penerapan komitmen perusahaan untuk menepati janjinya kepada pelanggan. Ada sisi positif yang dapat dipetik dari situasi ini, yakni untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi.
Saat ini, diakui WILLY, asuransi masih belum dianggap penting oleh banyak orang. Di samping itu, kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi juga dinilai relatif masih rendah.
Selain untuk membuktikan komitmennya, adanya banjir akan mengurangi terjadinya perang tarif sesama perusahaan sejenis. “Di masa lalu perang tarif terjadi, tetapi setelah terjadi banjir nanti mungkin tidak akan terjadi perang tarif lagi,”ungkapnya.
Menyangkut kinerja keuangan Adira Insurance, WILLY mengatakan, meskipun Adira baru lima tahun berjalan, kinerja keuangannya cukup baik dan sudah termasuk 10 besar dalam merebut pangsa pasar asuransi nasional.
Perusahaan yang mencatat premi hingga Rp 436,19 milyar dan mempunyai total aset hingga Rp 688,18 milyar di tahun 2006 itu, tidak terpengaruh adanya musibah banjir.
NOW ON AIR SSFM 100

