Majapahit Travel Fair (MTF) yang digelar rutin setiap tahun seharusnya menjadi event yang sangat bagus bagi industri pariwisata di Jawa Timur. Namun sampai pelaksanaan ke-8 kali pada 2007 ini, follow up dan kontinuitas belum berjalan maksimal.
INDRA JUNOR Public Relation Manager Hotel Majapahit Surabaya pada suarasurabaya.net, Rabu (23/05), mengatakan, antara panitia, organisasi maupun instansi pemerintah bisa mem-follow up peserta dalam sebuah program dengan mengundang peserta kembali.
Surabaya Tourism Promotion Board (STPB), PHRI, Dinas Pariwisata mulai daerah, propinsi hingga pusat, kata INDRA, perlu memanfaatkan ajang MTF ini dengan melibatkan semua pihak. Jangan sampai muncul tendensi yang mengedepankan satu pihak saja atau brand tertentu. Berikut penjelasan INDRA terkait feedback pelaksanaan MTF 2007, {clip*1}.
Dengan belum ada tindaklanjut dan kontinuitas, kata INDRA, Table Top MTF akhirnya hanya menjadi agenda ruitin setiap tahun. Untuk Surabaya sendiri, jumlah pariwisata asing agak stagnant.
INDRA justru melihat banyak peserta yang agresif dan punya inisiatif mencari tahu tujuan wisata yang bagus. Ia mencontohkan media dari Iran hasil kerjasama dengan KBRI Teheran, berkunjung dan berkeliling ke Indonesia. Bahkan dalam waktu dekat, Dinas Pariwisata Iran juga akan berkunjung ke Indonesia.
Kalau pertemuan hanya dilakukan di Travex yang cuma 3 menit untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya, hasilnya tidak maksimal. Meski, kata INDRA, itu sudah satu upaya memperkenalkan potensi industri pariwisata di Jawa Timur.
Menurut INDRA, sudah saatnya organisasi, instansi pemerintah bersama-sama menggarap potensi pariwisata yang ada. Dan kerjasama itu bisa dilakukan secara profesional dan mempersiapkan secara matang.
“Beberapa waktu lalu, Hotel Majapahit diberitahu akan ada kunjungan media Cina bekerjasama dengan kantor Garuda yang ada di Cina. Agendanya mendadak dan waktu untuk presentasikan properti hotel yang masuk bangunan cagar budaya tidak terpenuhi. Padahal ini yang seharusnya dikedepankan dan kita hanya bisa memberi literatur saja dengan keterbatasan waktu yang diberikan,”tukasnya.
Teks foto :
– di Travex MTF 2007, buyer hanya diberi waktu 3 menit menggali informasi tentang potensi wisata yang bisa dijual ke negaranya
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

