Bisnis menyewakan hall makin dilirik kalangan pebisnis. Ini terlihat munculnya pemain baru di bidang exhibition dan convention hall, seperti Wira Usaha dengan membangun Jatim Expo, disusul dari Grand City, kelompok Kompas dan Maspion Group ikut menggarap bisnis tersebut.
Menurut GANI TAUFIK Chief Operation Officer PT Aneka Jasa Bersama Sejahtera (AJBS) –Property Management– Pasaraya Surabaya, para pemain tersebut melihat peluang pasarnya cukup besar. Ini dipicu tingkat efektivitas berpameran di hall gedung sendiri dibandingkan pameran di mal atau di toko.
Pada suarasurabaya.net, Rabu (02/05), GANI mengatakan, dari laporan para Event Organizer (EO) yang berpameran di hall AJBS menyebutkan sales berpameran selisihnya naik 300% daripada berpameran di mal atau toko.
“Kalau di hall, orang yang datang pasti bertujuan ingin membeli produk yang dipamerkan. Sedangkan di mal, biasanya orang hanya melihat-lihat produk pameran usai berbelanja. Memang dari sisi traffic di mal lebih tinggi tapi dari sisi sales di hall lebih tinggi,”ujarnya.
Mengenai okupansi penyewaan hall, GANI menjelaskan, dibandingkan tahun lalu juga meningkat. Ia mencontohkan hall AJBS seluas 2600 m2 dalam sebulan rata-rata ada 5-6 event kategori besar. Di bulan Mei ini, full kegiatan .
Dalam tahun 2007, sebut GANI, tingkat okupansi mencapai 100%. Bahkan yang menyewa terpaksa ada yang dialihkan tahun depan dan indent. “Saat ini kita tinggal maintenance fasilitas seperti AC. Sedangkan untuk maintenance EO, kita tidak pernah mendikte EO. Kita bersifat fleksibel dan berupaya win-win solution dengan mereka,”paparnya.
Meski hall AJBS Pasaraya Surabaya full booked, GANI mengatakan, tarif sewa tidak berubah sejak 2006 ke 2007. Sementara dari 2007 ke 2008, revisi tarif masih dihitung atau tidak lebih dari 10%.
Revisi tarif, disebabkan beban operasional yang cukup tinggi dari listrik dan AC. “Untuk listrik di hall, sedot biaya operasional sampai 50% sedangkan di arena bowling hingga 60%. Apalagi kita dikenakan tarif industri,”ungkapnya.
Tarif sewa untuk hall selama 12 jam (separuh hall) Rp 9,5 juta, seluruh hall Rp 16,5 juta. Sedangkan untuk show misalnya wedding selama 4 jam (separuh hall) Rp 7,5 juta dan seluruh hall Rp 11,5 juta.
Menyiasati bisni persewaan hall yang kian ketat, GANI menambahkan, manajemen lebih memadatkan quantiti-nya. Ini berdasarkan tahun lalu melihat banyak peluang kekosongan. Caranya, mengajak EO lain untuk berpameran di hall. Berikut penjelasan GANI, {clip*1}.
Selama satu tahun ini, pameran terbanyak di hall dari pameran komputer (40%), machinary (25%-30%), sisanya printing, musik dan audisi.
Teks foto :
1. Pameran komputer di AJBS Pasaraya Surabaya dominasi events selama setahun
2. Okupansi di arena bowling juga naik signifikan. Di arena ini aktivitas diisi dari perusahaan yang biasanya mengadakan gathering untuk relasinya
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

