Penjualan pernik sambut tahun baru Imlek 2558 mengalami penurunan sekitar 30% tahun ini, dilihat dari minat pembeli yang turun dan juga sulitnya masuk barang RRC ke Indonesia.
Khususnya pernak-pernik Imlek, sejak 2 tahun terakhir mengalami kesulitan untuk masuk, ungkap CRISTIANA satu diantara pedagang pernak-pernik Imlek di Pasar Atom Surabaya. “Memang tahun kemarin juga sulit, tapi tahun ini lebih sulit lagi”, ujar CRISTIANA waktu ditemui suarasurabaya.net, Minggu (04/02).
Hampir 90% pernak-pernik Imlek didatangkan langsung dari RRC kata, MING. Pemilik nama lengkap PUJIANTO H WIJOYO menuturkan hanya sebagian kecil yang berasal dari Indonesia. Hanya kue keranjang yang ia peroleh dari dalam negeri sendiri, untuk permen, manisan dan perak-pernik yang lain ia datangkan langsung dari RRC.
Harga yang ditawarkan bervariasi antara Rp 25 ribu hingga RP 70 ribu, tergantung ukuran dan variasinya. Biasanya pedagang pernak-pernik ini hanya menjelang Imlek tiba, kurang lebih hanya sebulan, apabila musim Imlek telah selesai maka ia akan, kembali berdagang sesuai dengan dagangannya seperti yang lalu.
Teks Foto:
– Pembeli sedang memilih pernak-pernik jelang tahun baru Imlek 2558
Foto: NAZIQ suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

