Jumat, 16 Oktober 2026
Strategi Tingkatkan Pelanggan

Operator Jor-Joran Tarif Murah

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Bagi operator menyediakan tarif murah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Jika tidak, pelanggan akan berpindah mencari tarif termurah yang ada saat ini dalam memenuhi kebutuhan berkomunikasi.

Akibatnya, kondisi yang muncul belakangan ini, terlihat operator telekomunikasi di Indonesia semakin jor-joran atau bersaing menawarkan tarif murah. Bahkan secara kasat mata, ada operator yang berani menawarkan tarif gratis baik untuk lokal maupun interlokal selama 24 jam, asalkan membeli ponsel plus kartu perdana milik operator, seperti yang dilakukan Smart.

Esia dan Fren menggunakan strategi bundling ponsel dan kartu perdana sekaligus menawarkan tarif komunikasi murah. Belum ditambah dengan bonus SMS dan hadiah lainnya. Terbaru dari Telkomsel menawarkan Simpati PeDe Rp 0,5/detik setelah menit pertama.

Beberapa operator juga saling mengklaim, tarif komunikasinya paling murah dibanding operator yang lainnya. Hanya sayangnya, dari sisi bahasa komunikasi, Lembaga Perlindungan Konsumen dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai promo tarif murah sering menyesatkan dan tidak informatif.

Namun bagi operator, tarif murah yang ditawarkan sesuai prosedur dan tidak bermaksud menjebak pelanggan. Termasuk bahasa komunikasinya terus diperbaiki dan ini upaya memberikan keuntungan pada pelanggannya sekaligus mendongkrak pelanggan baru.

Seperti disampaikan MARTONO Manager Service East Area PT Excelcomindo Pratama (XL). Pada suarasurabaya.net, Selasa (11/12), MARTONO menjelaskan, sejak meluncurkan tarif murah Rp 1/detik pada produk Bebas, jumlah pelanggan baru terdongkrak 30% secara nasional. Bahkan respon yang diterima konsumen cukup bagus dan pihaknya memperpanjang hingga 15 Januari 2008.

Tarif murah yang ditawarkan ke konsumen, MARTONO menegaskan, tidak melihat itu sebagai jor-joran atau perang tarif. Tapi justru sebagai sesuatu yang cukup bagus untuk pelanggan dan di sisi lain, XL bisa melakukan optimalisasi tarif. “Artinya, kita bisa memberikan sesuatu pada masyarakat bahwa komunikasi itu tidak mahal,”ujarnya.

Mengenai bahasa komunikasi yang dinilai Lembaga Perlindungan Konsumen menyesatkan masyarakat, MARTONO mengakui, bahasa komunikasinya memang seringkali tidak jelas. Sebenarnya, sebagai operator inginnya satu kali komunikasi dimasukkan dalam satu promo, tapi tidak mencukupi space-nya.

Tapi MARTONO menegaskan, ke depan bahasa komunikasi akan dipertajam dan mudah dimengerti masyarakat. Sehingga di XL nantinya hanya ada dua jenis tarif yakni tarif off nett (antar operator lain) sebesar Rp 10/detik dan tarif on nett Rp 1/detik (sesama XL). Berikut penjelasan MARTONO, {clip*1}.

MARTONO mengakui dulu tarif murah yang ditawarkan tanpa syarat apapun karena keterbatasan jaringan. Namun seiring perkembangan kapasitas yang dimiliki, akhirnya dilengkapi dengan persyaratan yang memang mudah dimengerti pelanggan.

Sementara Indosat mengklaim memberikan tarif paling murah untuk pelanggannya dibandingkan operator lainnya. Menurut ASEP SUHENDI Head of Group PT Indosat East Java, Bali dan Nusra yang ditemui suarasurabaya.net, secara terpisah, hanya Indosat yang bisa memberikan tarif sampai nol persen melalui Rp 0/detik.

Tarif murah yang ditawarkan, kata ASEP, menggunakan asas transparansi dan berdasarkan hasil survei dimana rata-rata kebutuhan orang bicara maksimal kurang dari 2 menit. Jadi kalau tarif murah diberlakukan per detik, hitungannya per detik. Sementara operator lainnya, tarif murah baru berlaku setelah 1 menit pertama. Ini jelas tidak fair.

Asas transparansi yang dipakai Indosat, tegas ASEP, sekaligus bantahan tentang tarif murah yang menjebak pelanggan. Berikut penjelasan ASEP, {clip*2}.

Pengaruh jor-joran tarif murah antar operator, menurut ASEP, tidak berpengaruh signifikan pada Indosat. Bahkan dengan tarif murah yang dikeluarkan Indosat sendiri, data trafik pelanggan selalu tumbuh dari minggu ke minggu, meskipun secara data belum diketahui pasti. (tin)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
34o
Kurs