Ekspansi operator Malaysia masuk ke bisnis telekomunikasi Indonesia dipicu tingginya penetrasi pasar di perkotaan. Akibatnya, operator mencari pasar baru dengan tingkat penetrasi rendah.
MD NASIR AHMAD Director of Corporate Strategy & Business Development XL –anak perusahaan Telekom Malaysia– pada suarasurabaya.net, Kamis (02/08), mengatakan, saat ini tingkat penetrasi pasar bisnis telekomunikasi di daerah perkotaan di Malaysia mencapai 80%. Sementara untuk pertumbuhannya tidak mungkin diharapkan lagi di pasar yang sama.
Sedangkan pasar yang ada di Asia Pasifik, kata NASIR, potensinya cukup besar. Apalagi di negara-negara yang sedang membangun seperti Indonesia dan Kamboja, {clip*1}.
Melihat potensi pasar jika dibandingkan dengan persaingan bisnis telekomunikasi di Indonesia, menurut NASIR, kondisi yang ada masih normal. Persaingan bisnis dengan berlomba-lomba menurunkan tarif merupakan strategi operator untuk mendapatkan pertumbuhan pelanggan.
“Dengan tarif yang menurun terus, sangat menguntungkan konsumen. Memang dari sisi industri telekomunikasi, operator menjadi less cost provider yakni servis dengan biaya lebih rendah. Dari 11 operator yang sudah mempunyai lisensi dari pemerintah, yang beroperasi 9 operator,”ujarnya.
Untuk pengembangan bisnis di Indonesia, kata NASIR, XL menyiapkan anggaran Rp 3 trilyun selama 2007. Pencapaian coverage 85%-90% dari total penduduk Indonesia yang ada.
Di samping itu, XL akan memperluas koneksi fiber optik lewat Malaysia keluar negeri pada Oktober 2007. Ini cara menyalurkan trafik ke seluruh dunia serta untuk kebutuhan XL di Indonesia sendiri. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

