Animo industri grafika di Jawa Timur cukup tinggi. Indikatornya berdasarkan jumlah peserta maupun pengunjung setiap digelar pameran grafika.
DAUD D SALIM Direktur PT Kristamedia Pratama pada suarasurabaya.net, Kamis (21/06), mengatakan, pameran tahun ini diikuti 68 perusahaan baik dari dalam dan luar negeri. Peserta luar negeri diantaranya Cina, Pilipina, Jepang dan suplier mesin dari Eropa.
Mesin-mesin yang dipamerkan, kata DAUD, juga lebih beragam dibandingkan tahun 2005. Untuk teknologi digital printing mulai pra cetak sampai proses cetak sendiri dan folding karton pembuatan dos-dos bisa dilihat di pameran. Sedangkan pengunjung tidak saja dari Surabaya tapi lebih melebar hingga Kalimantan dan Jawa Tengah, {clip*1}.
DAUD menjelaskan mesin-mesin yang dipamerkan harganya juga beragam. Untuk mesin offset berukuran kecil ditawarkan di kisaran Rp 300 juta. Bagi mereka yang ingin memulai usaha bisa mendapatkan bantuan modal Rp 65 juta dari satu lembaga kredit yang berpartisipasi di pameran.
Mengingat industri grafika selain padat modal juga padat karya, DAUD berharap, perbankan mau mendukung. Begitu pula dengan kemampuan SDM akan sangat menunjang teknologi sehingga menghasilkan produk bermutu tinggi.
Dalam pameran yang digelar selama 4 hari, DAUD memperkirakan terjadi transaksi mulai Rp 250 milyar hingga Rp 300 milyar. Transaksi ini tidak hanya selama pameran berlangsung tapi berlanjut terus. Target transaksi ini 1,5 kali lipat dibandingkan realisasi yang terjadi saat pameran pada 2005. (tin)
Teks foto :
– Teknologi mesin cetak cepat berkembang, untuk itu SDM perlu mengimbangi perubahan teknologi yang ada
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

