Minggu, 18 Oktober 2026
Pasar Otomotif Menjanjikan

Peluang Hadirkan Mobil Made in Indonesia

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Pasar mobil Indonesia luar biasa menjanjikan mengingat motorisasi masih tertinggal jauh dibanding Malaysia dan Thailand. Bahkan mobil made in Indonesia, bisa diwujudkan jika pemerintah memberikan kesempatan bagi para insinyur Indonesia.

Hal tersebut disampaikan AMELIA TJANDRA Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor pada suarasurabaya.net, di sela kunjungan ke Stamping Plant Daihatsu di kawasan Sunter Jakarta, awal pekan ini.

AMELIA menjelaskan motorisasi di Malaysia satu mobil sekitar 14 orang. Di Indonesia satu mobil dipakai 30-38 orang. Rendahnya motorisasi di Indonesia ini juga dipicu daya beli yang masih rendah dibanding Malaysia dan Thailand.

Kalau Gross Domestic Product (DGP) Indonesia naik, AMELIA yakin, pasar mobil Indonesia lebih tinggi dibanding pasar negara Asean lainnya. Kondisi seperti ini, tidak heran jika membuat semua merek mobil di dunia berlomba masuk ke Indonesia sebagai pasar produknya.

Sementara untuk menghadirkan mobil made in Indonesia sendiri, AMELIA mengungkapkan, bisnis mobil adalah bisnis yang diibaratkan orang lari marathon buka sprint. Dan membutuhkan persiapan cukup panjang.

Sebenarnya, di Indonesia sendiri sebenarnya sudah dibuat produksi mobil dalam negeri dan punya kapabilitas untuk itu. Hanya saja dari segi desain, principal yang lebih menguasai dan Indonesia masih mengandalkan desain dari principal.

Di sisi lain, untuk memproduksi mobil made in Indonesia, menurut AMELIA, harus memiliki teknologi dan pengalaman luar biasa. Meski di Indonesia pengalaman itu sudah ada namun pemerintah belum memberikan kesempatan bagi para insinyurnya.

AMELIA mencontohkan India yang sukses memproduksi mobil dengan dukungan pemerintahnya. Kalau pemerintah memberikan kesempatan, mobil made in Indonesia bisa diproduksi. Berikut penjelasan AMELIA, {clip*1}.

Terkait dengan penetrasi produk otomotif Cina ke Indonesia, AMELIA menilai, Cina tidak setangguh produk Jepang. Motor maupun mobil Cina memang dijual laku, tetapi saat memperbaiki ternyata tidak ada bengkel maupun sparepart. Itu jelas mengecewakan konsumen.

Sementara produk Jepang diantaranya Daihatsu, sejak lama mempersiapkan jaringan after sales dan outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. ‘’Sparepart Daihatsu bisa dibeli di 2500 toko sparepart dengan 150 bengkel tersebar di Indonesia. Apalagi pemakaian mobil di Indonesia mencapai puluhan tahun,’’ujarnya.

Dengan persaingan pasar mobil di Indonesia yang kian ketat, kata AMELIA, masing-masing brand dituntut mampu menghasilkan produk yang terbaik. Karena hanya yang terbaik saja yang bisa diterima masyarakat.

Selama 100 tahun memasuki pasar mobil dengan 130 jaringan dan 7 pabriknya di luar negeri, tambah AMELIA, Daihatsu memiliki kemampuan menghasilkan produk compact berkualitas global. Dengan produk tersebut, ia percaya Daihatsu membuat pasar otomotif di Indonesia semakin bergairah.

Teks foto :
1. Di Stamping Plant kawasan Sunter Jakarta, memproduksi otopanel khusus dari produk Daihatsu, seperti kap mobil. Pengalaman membuat otopanel di Indonesia ini bisa menjadi bekal untuk memproduksi mobil made in Indonesia
2. Seluruh proses pembuatan bodi mobil Daihatsu dikerjakan di Stamping Plant baik dengan robot maupun karyawan pabrik yang jumlahnya mencapai 1134 orang
Foto : TITIN suarasurabaya.net.

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
30o
Kurs