Senin, 19 Oktober 2026

Pemerintah Tetapkan 10 Produk Utama Ekspor

Laporan oleh Rizka Amalia
Bagikan

Pemerintah menetapkan 10 produk utama ekspor dan program pendukungnya. Ini untuk tingkatkan target ekspor 2007 sebesar 14,5%

Hal tersebut disampaikan MARI ELKA PANGESTU Menteri Perdagangan usai membukan Munas ke-VII dan Musda ke-V Gabungan Perusahan Ekspor Indonesia (GPEI), di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (25/04).

Kata MARI, dengan 10 produk utama ekspor diharapkan target ekspor produk non migas bisa tercapai 55%. Kesepuluh produk tersebut diantaranya CPO, karet, udang, produk dari hasil kayu, kopi, kakao, elektronik, produk otomotif dan alas kaki.

“Saya mendelegasikan pencapaian target perdagangan sebesar 14,5% kepada para eksportir. Dalam pelaksanaan Munas dan Musda GPEI ini, saya berharap selain pemahaman agenda yang telah ditetapkan juga diharapkan mampu menyusun program-program yang mendukung ekspor ke depan, dalam kaitannya dengan kebijakan ekspor non migas, ” papar MARI.

Dalam agenda daya saing Indonesia, masalah dan faktor internal maupun eksternal akan jadi penghambat dan pendorong ekspor tahun 2007. Faktor pendorong internal diantaranya stabilitas ekonomi makro, kecenderungan meningkatnya investasi sejak akhir 2006, tindak lanjut paket ekonomi dan keuangan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia, implementasi fasilitas perdagangan dan implementasi dari perbaikan iklim usaha.

Faktor pendorong eksternal diantaranya masih kuatnya perekonomian dunia, terutama China dan India. Kepercayaan internasional meningkat menjadi rating BB+. Peluang karena China dan Vietnam terkena restriksi di pasar utama.

Selain itu tentu ada hambatan yang dihadapi baik internal maupun eksternal. Hambatan eksternal diantaranya, penurunan pertumbuhan permintaan dunia dari 8,9% menjadi 7,6%. Resiko penurunan harga komoditi primer, meningkatnya tuntutan CPO dan kopi, tarif tinggi untuk produk jadi dan setengah jadi.

Untuk mengatasi hambatan internal dan eksternal, kata MARI, perlu dibuat kebijakan dan program pendekatan dan prioritas produk. Diantaranya yang pertama sektoral yaitu produk utama pendukung sektor non migas. Ini dapat ditingkatkan melalui produk yang diminati dunia, meskipun telah ditetapkan 10 produk non migas.

Sementara itu BENNY SOETRISNO Ketua Umum DPP GPEI menambahkan Munas dan Musda ini merupakan wadah strategis untuk mengembangkan usaha ekspor. Menurut BENNY kebijakan Pemerintah dengan menetapkan 10 sektor industri sangat tepat, tetapi harus dilanjutkan dengan program khusus atau sektoral.

Teks Foto:
1. MARI E PANGESTU Menteri Perdagangan
2. MARI E PANGESTU membuka acara didampingi IMAM UTOMO dan BENNY SOETRISNO.
Foto : RIZKA suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
28o
Kurs