Pemprop Jawa Timur belum siapkan mekanisme operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga susu dan terigu. Ini dikatakan CIPTO BUDIONO Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur, Senin (27/08).
Dilaporkan MARTHA reporter Suara Surabaya, CIPTO menjelaskan, harga susu naik karena dipengaruhi kenaikan harga bahan baku susu di negara produsen seperti Australia.
Harga terigu naik karena harga gandum naik. Cina produsen gandum juga menambah kuota untuk kebutuhan dalam negeri. Sedangkan persediaan tetap, sehingga harga naik.
CIPTO BUDIONO mengatakan sampai sekarang pemerintah belum memformulasikan langkah yang integratif untuk menyikapi kenaikan harga susu dan terigu.{clip*1}
CIPTO BUDIONO menambahkan, Jawa Timur perlu bekerja sama dengan propinsi lain untuk mengendalikan harga supaya tidak terus naik.
Pemerintah Pusat, kabupaten dan kota juga diminta mengambil langkah yang integratif untuk mengatasinya.(ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

