Penjualan ponsel CDMA akan tetap tumbuh di tahun 2007. Apalagi ada dua operator CDMA yang baru mendapatkan lisensi CDMA. Ini disampaikan DENNY GALANT CDMA Manager Nokia Indonesia.
Pada suarasurabaya.net, Jumat (12/01), DENNY mengatakan, pertumbuhan penjualan ponsel CDMA yang tinggi juga didukung dengan target pertumbuhan pelanggan dari operator CDMA seperti halnya Telkom melalui Telkom Flexi. Sebagai vendor handset otomatis apa yang ditargetkan adalah memenuhi pertumbuhan pelanggan yang diproyeksikan operator CDMA. Berikut penjelasan DENNY, {clip*1}.
Nokia sendiri berencana akan mengeluarkan 4 produk baru ponsel CDMA dalam 6 bulan ke depan. Sedangkan mengenai harga ponsel CDMA, ungkap DENNY, tergantung segmen dan kategori mulai low end, middle-middle up hingga high end.
Menurut DENNY, meski pertumbuhan penjualan ponsel CDMA cukup tinggi tapi tidak menggeser pertumbuhan penjualan ponsel GSM. Masing-masing sudah mulai terbentuk segmennya.
Ia mencontohkan di Apollo dengan gerai Nokia CDMA Center yang menyediakan beragam handset plus asesoris sudah memiliki segmen tersendiri. Konsumen akan memilih kebutuhan ponsel CDMA sesuai range harga yang disediakan di gerai.
Sementara IRWAN HARIANTO Owner Apollo Nokia CDMA Center mengatakan untuk ponsel entry level masyarakat akan memilih ponsel CDMA dibanding GSM. Melihat tingginya permintaan ponsel CDMA, pihaknya tidak ragu menambah 2 gerai baru baik yang ada di Plaza Surabaya maupun pusat perbelanjaan Pasar Atom Tahap I.
Sampai saat ini jumlah gerai Apollo Nokia CDMA Center sebanyak 20 unit di 12 kota. “Investasi setiap gerai di kisaran Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Kita optimis dengan permintaan ponsel CDMA yang tinggi dan didukung tarif pulsa yang murah, cepat kembali modal,”ujarnya.
Teks foto :
– DENNY GALANT
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

