Senin, 19 Oktober 2026
Bangkitkan Ekonomi dari Lumpur

Perbankan Rintis Pusat Perdagangan Produk Sidoarjo

Laporan oleh Eddy Prastyo
Bagikan

Perbankan di Jawa Timur didukung Kantor Bank Indonesia Cabang Surabaya merintis Pusat Perdagangan Produk Sidoarjo dan Pusat Informasi Kredit untuk menumbuhkan kembali perekonomian di Sidoarjo yang lumpuh akibat lumpur Porong.

LUCKY FATHUL AZIZ Kepala Kantor Bank Indonesia Cabang Surabaya pada suarasurabaya.net, Kamis (22/02) mengatakan ide ini sudah didiskusikan antara BI dan perbankan di Jawa Timur.

“Pada intinya, kita ingin agar kegiatan perekonomian di Sidoarjo kembali pulih dan berjalan seperti saat sebelum lumpur di Porong menghancurkan segala sendi kehidupan di sana,” ujarnya.

Pusat Perdagangan Produk Sidoarjo ini nantinya akan dijadikan semacam outlet sekaligus sasana pamer produksi UKM yang sudah lama tumbuh di Sidoarjo, seperti tas di Tanggulangin, mebel, bordir, tekstil, dll.

“Karena sifatnya yang nanti akan permanen, tentunya kita membutuhkan tempat untuk itu. Kita sudah memproyeksikan sejumlah tempat yang memungkinkan semisal di Bandara Juanda Lama atau di aset BI di Jl. Rajawali, Surabaya,” ujarnya.

Ide ini direspon positif oleh KRESNAYANA YAHYA dari Enciety Business Consult. KRESNAYANA yang juga anggota Board of Surabaya Academy ini menilai sudah waktunya sektor ekonomi di Sidoarjo bangkit dan rencana pembentukan Pusat Perdagangan Produk Sidoarjo serta Pusat Informasi Kredit ini diharapkan menumbuhkan kembali semangat perputaran roda ekonomi Sidoarjo.

Hanya saja, ia berharap pusat perdagangan dan pusat informasi kredit ini tidak dikelola oleh pemerintah daerah. “Harus ada badan otonom yang mengelolanya. Ia punya tanggung jawab pengelolaan, pelatihan, sampai dnegan promosinya. Kita harap ini bisa berlanjut jika BI merintisnya dengan benar,” ungkapnya.

Akibat bencana banjir lumpur di Sidoarjo, dalam catatan Enciety Business Consult, 20-30 ribu pengusaha kecil menengah mendapat dampak langsung darinya dan sedikitnya 100 ribu pengusaha kecil menengah di Jawa Timur mendapat dampak tak langsung dari bencana ini.

Akibat bencana ini juga, sedikitnya Rp500 miliar perharinya harus dikeluarkan oleh pengusaha sebagai ongkos lebih yang harus dibayarkan akibat bencana ini.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
35o
Kurs