Jumat, 16 Oktober 2026
Dipicu Kenaikan Minyak

Properti Diprediksi Booming di 2008

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Imbas kenaikan minyak dunia bakal memicu terjadinya booming di bisnis properti. Investor akan mendapatkan gain dari kenaikan minyak dunia dan investasinya lari ke properti.

Hal tersebut disampaikan Ir SUBUR KUSUMA Sales Manager Agung Podomoro Group menyikapi kenaikan minyak dunia yang cenderung naik selama seminggu ini.

Beberapa indikator yang memperkuat prediksi tersebut, kata SUBUR pada suarasurabaya.net, Selasa (30/10), diantaranya, kurva grafik properti mulai 2006. Tahun 2006, kurva melonjak tinggi (booming) kemudian slow down selama 2007 ini.

“Biasanya kurva grafik properti, kalau tahun sebelumnya slow down berarti tahun berikutnya akan meningkat tajam. Pada saat slow down, para investor akan menyimpan gain yang diperoleh dan baru dibelanjakan ketika situasi membaik dan waktu yang tepat,”paparnya.

SUBUR mengatakan bisnis properti di tahun 2008 akan didominasi sektor komersial. Disusul sektor residensial. Meski demikian, pergerakan sektor komersial tidak jauh beda dengan residensial.

Untuk sektor komersial, SUBUR menilai, konsep mal makin diminati. Alasannya, mal bersentuhan langsung dengan enduser dan space tidak dijual tapi disewakan.

“Dengan menyewa space, lebih muda penataannya dan manajemen mal tidak sulit mengaturnya. Konsep mal terlihat diminati sejak saat ini seperti maraknya pembangunan mal di Jakarta. Diantaranya, Sogo di Grand Indonesia dan proyek Agung Podomoro yakni Central Park Mal,”ungkap SUBUR.

Sementara konsep Trade Center akan ditinggalkan. Pasalnya, investor yang membeli unit di Trade Center hanya dipakai sebagai investasi atau akan dijual kembali pada saat yang tepat.

SUBUR menegaskan memang Trade Center sempat booming sejak 2004. Sayangnya, sekarang ini over supply. Akibatnya, investor tidak mendapatkan keuntungan kecuali jika dijual kembali untuk balik modal atau dijual tapi gain yang diperoleh hanya sedikit tidak sesuai harapan.

Sedangkan sektor residential, SUBUR melihat, apartemen menjadi favorit. Ini seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang menginginkan serba praktis, mudah dijangkau aksesnya dan kelengkapan fasilitas dalam satu kawasan.

Dari sisi pasar properti, SUBUR menambahkan, antara Surabaya dan Jakarta tidak jauh berbeda. Tapi, kota-kota yang levelnya di bawah Surabaya ada perbedaan yang signifikan soal pasar properti. (tin)

Teks foto :
– Pengembang terus menggenjot proyeknya dalam menangkap peluang booming properti
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
31o
Kurs