Senin, 19 Oktober 2026
Selama Masih Menguntungkan

Rekanan Pertamina Tidak Beralih ke Pemain Asing

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Selama masih saling menguntungkan, pemilik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). akan tetap loyal menjadi rekanan Pertamina. Ini disampaikan PING ASTONO Komisaris PT Bina Ceria Bersama –Dealer Pelumas Pertamina—, di sela peluncuran “Pertamina Way” di Hotel JW Marriott Surabaya, Selasa (10/04).

Pada suarasurabaya.net, PING menegaskan kalau mau beralih ke pemain asing yang rencananya juga segera masuk Surabaya, akan sulit. Ini mengingat kontrak kerjasama dengan Pertamina rata-rata 30 tahun. Lima SPBU miliknya saja, kontraknya juga masih lama.

Bagi pemilik SPBU yang mendekati habis masa kontrak dengan Pertamina, peluang beralih ke pemain asing di bisnis ritel BBM, kata PING, sangat memungkinkan. Bisa pula, Pertaminan menaikkan margin keuntungan bagi rekanannya agar tidak lari ke pemain asing. Berikut penjelasan PING, {clip*1}.

Bisnis di sektor ritel BBM, diakui PING, di tingkat pemilik kian ketat. Pasalnya, antara SPBU yang satu dengan lainnya, cukup berdekatan. Sementara situasi ekonomi juga belum seratus persen membaik. Dampaknya, pembeli BBM ikut menurun hingga 20%.

“Seharusnya dengan peningkatan jumlah kendaraan, pembeli BBM otomatis bertambah. Namun dengan persaingan yang kian ketat ditambah situasi ekonomi saat ini, masyarakat pasti pikir dulu sebelum keluar rumah. Imbasnya, pembelian BBM turun,”tukasnya.

Namun dengan keterlibatan Pertamina dalam membenahi performance SPBU melalui layanan “Pertamina Way”, PING menjelaskan, omzet satu SPBU miliknya yang ada di Jakarta meningkat di kisaran 10%-20%. Sebagai pemilik SPBU, pihaknya mendukung program Pertamina.

Di Surabaya sendiri, PING memiliki 5 SPBU yakni di Mayjen Sungkono (2 SPBU), di HR Muhammad (1 SPBU), di Jalan Tol Surabaya-Sidoarjo (1 SPBU) dan di Manyar Kertoarjo (1 SPBU). Rata-rata SPBU miliknya mampu menjual 50 kilo liter per hari.

“Dengan menjual BBM 50 kilo liter per hari, pengusaha baru untung. Jika hanya 20 kilo liter, masih belum untung. Dari lima SPBU, hanya SPBU di tol Surabaya-Sidoarjo saja yang tidak sesuai rencana. Pasalnya, hanya bisa menjual 20-30 ton per hari akibat ada luberan lumpur Lapindo. Padahal SPBU di ruas tol di Jakarta, rata-rata per hari bisa menjual ratusan ton per hari,”pungkasnya.

Teks foto :
1. PING ASTONO “Raja SPBU” Surabaya
2. Persaingan bisnis ritel BBM antar pengusaha kian ketat
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
25o
Kurs