Perkembangan teknologi mesin cetak cukup pesat. Hanya sayangnya, SDM Indonesia agak terlambat mengikuti perkembangan teknologi tersebut.
Hal itu, kata JIMMY JUNEANTO Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) pada suarasurabaya.net, Kamis (21/06), di sela Pameran Mesin Cetak di Jatim Expo, disebabkan kesibukan perusahaan sehingga lupa melatih karyawannya, tidak mengirim teknisinya mengikuti teknologi terakhir. Penyebab lainnya, bisa saja perusahaan kekurangan order sehingga tidak ada biaya mengirim karyawan mengikuti pelatihan.
Saat ini, ungkap JIMMY, ada sekitar 27 ribu perusahaan printing. Tetapi yang masuk jadi anggota PPGI baru 6100 perusahaan. Hampir rata-rata perusahaan percetakan besar sudah mengikuti perkembangan teknologi baik dari mesin cetak, aplikasinya, software dan komputernya.
Dari studi PPGI di 2004, pertumbuhan bisnis perusahaan printing di Indonesia sekitar 11%-12%. Pertumbuhan bisnis bisa mengimbangi pengeluaran pemerintah untuk pengadaan buku melalui dana alokasi khusus sampai Rp 7 trilyun.
“Ini luar biasa dan bisa dicermati perusahaan percetakan meraih order. Order pemerintah lumayan besar di perusahaan percetakan. Sedangkan investasi yang masuk ke industri percetakan pada 2005 untuk pembelian mesin sebesar US$ 240 juta,”ujarnya. (tin)
Teks foto :
1. Mesin cetak digital untuk banner ukuran besar bisa dilihat di pameran ini
2. Beragam mesin cetak dengan perangkat lunak di Jatim Expo
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

