Ekspor nonmigas Jatim pada 2007 ditargetkan bisa tumbuh sekitar 20 persen dari 8,6 milyar dolar pada 2006 menjadi 10,5 milyar dolar AS pada tahun ini.
“Kita berharap ekspor tahun ini meningkat menjadi 10,5 milyar dolar AS dari tahun lalu 8,6 milyar dolar AS,” kata ISDARMAWAN ASRIKAN Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim, dalam siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Selasa (24/04).
Target peningkatan ekspor nonmigas Jatim itu, katanya, juga diasumsikan dengan kecenderungan ekspor nonmigas yang diraih Jatim pada tahun sebelumnya. Ekspor Jatim pada 2006 sebesar 8,6 milyar dolar AS telah mengalami peningkatan sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 7,6 milyar dolar AS.
Menurut dia, peningkatan tersebut diharapkan akan ditunjang oleh peluang berbagai komoditi yang pasarnya masih terbuka lebar seperti furniture serta produk pertanian, perkebunan maupun perikanan
diantaranya kopi, kakao, karet, udang dan lainnya.
“Peluang pasar komoditi lain masih ada, tapi kami berharap komoditi pertanian, perkebunan, perikanan dan mebeler akan tumbuh lebih besar tahun ini,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pemerintah bisa memberikan stimulus diantaranya pembatasan ekspor kayu olahan sehingga industri furniture dalam negeri bisa berkembang dan berdaya saing.
Ia mengakui pemerintah kini terus berusaha memberikan stimulus kepada dunia usaha untuk berkembang, kendati juga masih ada berbagai kendala yang dihadapi.
Stimulus tersebut diantarnya penurunan SBI sehingga berdampak menurunnya suku bunga perbankan. “Jika sebelumnya tingkat suku bunga pinjaman bank mencapai 16 persen, kini sudah sekitar 13 persen,”katanya.
Selain itu, penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen terhadap produk-produk primer juga menjadi perangsang bagi tumbuhnya dunia usaha.
Kata ISDARMAWAN kendati keterbatasan pemerintah dalam penyediaan energi listrik, infrastruktur dan terhambatnya akses transportasi di Porong, Sidoarjo, serta Peraturan Daerah (Perda) yang masih membebani dunia usaha yang perlu dicarikan solusi pula.
Sementara itu ditambahkan ISDARMAWAN, GPEI pada Rabu (25/04) besok akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Daerah (Musda). Munas GPEI ke-V dan Musda GPEI ke-VII yang akan diikuti pengurus GPEI dari Sumut, DKI Jakarta, Jateng, Jabar, Jatim, Sulut, Sulteng dan Sulsel, menurut rencana akan dihadiri MARI ELKA PANGESTU Menteri Perdagangan dan FAHMI IDRIS Menteri Perindustrian.
Agenda Munas dan Musda, kata ISDARMAWAN, selain laporan pertanggungjawab pengurus, pemilihan pengurus baru juga membahas hambatan-hambatan yang dihadapi eksportir belakangan ini.
NOW ON AIR SSFM 100

