Senin, 19 Oktober 2026
Awali Surabaya-Tarakan

Trigana Targetkan 3 Rute Baru

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Trigana Air Service menargetkan pembukaan 3 rute penerbangan baru selama 2007. Ini diawali dengan rute Surabaya-Tarakan tanpa via Balikpapan pada Kamis (15/03) mendatang.

Dua rute penerbangan lainnya dijadwalkan Mei 2007, masing-masing rute Surabaya-Johor Bahru dan Surabaya-Brunei via Balikpapan. Pesawat yang digunakan untuk 3 rute tersebut jenis Boeing 737-200.

EKO BUDI GUNARTO Marketing Manager Trigana Air Service pada suarasurabaya.net, Senin (12/03), mengatakan rata-rata nilai investasi untuk pengoperasian 3 rute penerbangan baru setiap pesawat dengan production sekitar 6 jam per hari sebesar US$ 2,5 juta. Tiga pesawat yang digunakan merupakan sewa dari PT Ava.

Pembukaan 3 rute baru, menurut EKO, karena permintaan pasar memang ada sesuai analisa market. Untuk rute Surabaya-Johor Bahru memanfaatkan 80% TKI yang bekerja di Malaysia atau masyarakat yang ingin ke Malaysia via Johor Bahru-Kuala Lumpur. Atau bisa ke Singapura via Johor Bahru.

Sedangkan rute Surabaya-Balikpapan-Brunei meski sudah ada Royal Brunei, pihaknya optimis masih bisa bersaing. “Permintaan pasar dari kedua negara cukup tinggi. Saat ini tinggal finalisasi permintaan pasar di Surabaya dan kita tetap pelajari marketnya. Untuk rute Surabaya-Tarakan sehari sekali sedangkan dua rute keluar negeri kita rencanakan seminggu dua kali dulu,”tukasnya.

Ini mendorong Trigana Air yang sebelumnya menggarap pasar Air Charter, makin serius ekspansi di pasar penerbangan berjadwal. Sejak 2001, Trigana sudah mengantongi ijin Perhubungan Udara untuk penerbangan berjadwal. Ini diawali dengan penerbangan berjadwal ke Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku hingga Irian Jaya dengan pesawat ATR 42.

EKO menegaskan pengembangan bisnis tersebut tidak terkait dengan accident pesawat akhir-akhir ini. Karena pasarnya, Trigana siap melayani tentunya dengan pesawat layak terbang dan sesuai ketentuan yang ada. Untuk rute wilayah Indonesia Timur, market share di kelas 50 seat ke bawah, Trigana memiliki 60%-65% dengan load factor 85%.

Sedangkan di kelas 100 seat ke atas dengan Boeing 737-200, EKO mengatakan bagian dari ujicoba pengembangan bisnis. Jika berhasil bisnis akan terus dikembangkan, jika tidak dipertahankan dengan satu pesawat saja.

Sampai saat ini Trigana Air Service memiliki 19 pesawat dengan jenis, antara lain, DHC 6 (19 seat sebanyak 3 unit), Foker 27 (3 unit buatan tahun 72) yang difokuskan untuk kargo BBM, bahan bangunan, sembako ke wilayah Irian Jaya, pesawat ATR 42 (8 unit), ATR 72 (1 unit) dan 3 unit Boeing 737-200 buatan tahun 1984.

Untuk meyakinkan safety pada calon penumpang, EKO menambahkan, Trigana memiliki Quality Insurance yang menjaga mutu perawatan pesawat. Dari Departemen Perhubungan ada bimbingan principal maintenance inspector dan Inspektor Perhubungan setiap hari melakukan random check di beberapa bandara.

“Tolok ukur market Indonesia lebih cenderung ke masalah harga. Untuk rute tertentu penumpang sangat menghargai layanan seperti kunjungan wisata. Ada pula rute tertentu sangat sensitif harga dan biasanya untuk hubungan dagang,”pungkasnya.

Teks foto :
– EKO BUDI GUNARTO
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
37o
Kurs