XL menghadirkan berbagai inovasi dengan fokus pada pengembangan dan peningkatan mutu jaringan. Ini untuk memperkuat visi XL jangka panjang yang akan menjadikan XL sebagai perusahaan penyedia jasa ICT (Information and Communication Technology).
KENCONO WIBOWO VP East Area XL pada suarasurabaya.net, Senin (22/01),mengatakan akhir tahun 2006, jaringan XL didukung 7.200 BTS (Base Transceiver Station), termasuk 1.000 BTS 3G atau node B, meningkat 60 % dibandingkan tahun 2005 yang berjumlah 4325 BTS.
Di tahun 2007 ini, XL akan mengembangkan jumlah BTS hingga 10.000 – 11.000 BTS, termasuk penambahan Node B sebanyak 500 unit sehingga total Node B 1.500 unit, dengan tujuan untuk meningkatkan cakupan dan mutu jaringan XL. Untuk pendanaan pengembangan tersebut, belanja modal (capital expenditure – capex) yang disiapkan adalah sebesar US$ 700 juta, yang lebih tinggi dari Capex tahun 2006sebesar US$ 500 juta.
Capex ini akan didanai dengan arus kas internal dan pinjaman dari luar, sesuai persetujuan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), 22 Desember 2006 lalu.
“RUPSLB XL telah menyetujui rencana XL untuk mendapatkan pinjaman baru dalam jumlah keseluruhan yang tidak melebihi US$ 430.000.000. Dan RUPSLB juga memberikan wewenang kepada Direksi XL untuk mengambil tindakan-tindakan dan/atau keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka perolehan pinjaman baru tersebut,”ujarnya.
Peningkatan jaringan di tahun 2006 merupakan satu diantara faktor yang mendorong meningkatnya jumlah pelanggan XL yang mencapai 9,5 juta pada akhir tahun 2006 atau meningkat sebesar 36% dibandingkan jumlah pelanggan XL pada akhir tahun 2005 sebesar 7 juta. XL memperkirakan pelanggannya di tahun 2007 akan mencapai 14 – 15 juta.
Berkaitan dengan rencana pinjaman XL tersebut, WILLEM LUCAS TIMMERMANS Direktur Keuangan XL menambahkan dana yang akan diperoleh dari pihak ketiga tersebut berupa pinjaman. Pinjaman melalui satu ataupun beberapa transaksi dalam bentuk pinjaman kredit bilateral, pinjaman kredit sindikasi, dan/atau melalui pengeluaran obligasi dan/atau instrumen-instrumen hutang lainnya, baik dalam mata uang asing maupun dalam mata uang Rupiah.
NOW ON AIR SSFM 100

