Sabtu, 15 Agustus 2020

50 Ribu Orang Terbang Domestik dari Bandara Juanda saat Libur Iduladha Tahun Ini

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Suasana di bandara Juanda, Foto : Tim Humas AP 1 Bandara Juanda

Pada libur Iduladha 1441 H tahun ini, terjadi peningkatan jumlah penumpang penerbangan domestik di Bandara Juanda Surabaya.

Empat hari menjelang Iduladha atau sejak Senin (27/7/2020) sampai Kamis (30/7/2020), sebanyak 50.692 penumpang terbang domestik dari Bandara Juanda Surabaya.

“Selama periode bulan Juli ini, rata-rata kami melayani 10 ribu penumpang per hari. Sejak Senin hingga Kamis jumlah penumpang di atas 11 ribu, kami memprediksi ini dikarenakan libur Iduladha pada hari Jumat, sehingga pengguna jasa memiliki waktu lebih untuk pulang atau bepergian,” ujar Kol. (P) Heru Prasetyo General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (31/7/2020).

Selain itu, pihaknya juga memperkirakan, sampai Senin (3/7/2020) nanti, jumlah pergerakan penumpang masih akan stabil di atas rata-rata karena arus balik libur Iduladha.

Heru mengaku, di antara 15 bandara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura I (Persero), Bandara Internasional Juanda menjadi salah satu bandara dengan pertumbuhan penumpang tertinggi selama Periode Bulan Juli.

“Secara akumulatif hingga tanggal 30 Juli, kami telah melayani sejumlah 319.609 penumpang domestik. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 1,2 juta penumpang, memang terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 75 persen yang diakibatkan masih belum pulihnya dunia penerbangan karena dampak pandemi. Namun, seiring waktu berjalan jumlah penumpang harian di Bandara Juanda terus tumbuh, saat ini di kisaran 10 hingga 11 ribu penumpang per harinya. Masih cukup jauh jika dibanding situasi normal sebelum pandemi yakni 50-52 ribu penumpang per hari,” katanya.

Menghadapi pertumbuhan ini, Heru mengaku beberapa upaya telah dijalankan oleh tim manajemen Bandara Juanda. Salah satunya mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah melalui penambahan beberapa sarana dan fasilitas kebandarudaraan di era adaptasi kebiasaan baru. Di antaranya pemeriksaan suhu tubuh penumpang dan petugas bandara, penyediaan cairan pembersih tangan, pengaturan pembatasan tempat duduk di ruang tunggu, dan pemasangan tanda batas untuk physical distancing.

Ia menambahkan, petugas bandara juga sudah siap dengan aturan-aturan pada tatanan kebiasaan baru ini, diantaranya wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta tugas baru untuk inspeksi penerapan physical distancing di titik-titik rawan seperti ruang tunggu dan area kedatangan.

“Kami upayakan semaksimal mungkin, rekan-rekan Operasi dan Aviation Security telah bekerja dengan sangat maksimal meskipun kami pun sadar ada risiko penularan karena pelayanan publik yang kami berikan. Tapi itu tidak menghalangi kami untuk bekerja dengan totalitas. Namun yang perlu diingat adalah bahwa ini adalah tanggung jawab bersama, upaya yang kami lakukan akan sangat terbantu dengan kesadaran pengguna jasa untuk senantiasa disiplin memakai masker dan menjaga jarak selama berada di bandara,” kata Heru.

Sementara itu, terkait penerbangan internasional, Heru menjelaskan bahwa pelayanan untuk penumpang internasional tetap berjalan. Tapi, penerbangan internasional yang ada masih sebatas pelayanan penerbangan repatriasi mengingat Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia belum dicabut. Beberapa maskapai yang melayani penerbangan repatriasi ini adalah Air Asia, Tiger Scoot, dan Garuda Indonesia untuk rute penerbangan Kuala Lumpur dan Singapura. (bas/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Sabtu, 15 Agustus 2020
26o
Kurs