Jumat, 20 Mei 2022

60 Hotel Tutup di Jawa Timur, Lebih dari 4.000 Karyawannya Dirumahkan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi.

Dwi Cahyono Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur mengatakan bahwa hingga awal April 2020, kurang lebih 60 hotel di Jawa Timur tutup karena pandemi Covid-19. Lebih dari 4.000 orang karyawannya terpaksa dirumahkan.

Sementara, hotel yang tidak tutup sudah merumahkan hampir setengah karyawannya. Ada juga yang memilih strategi mempertahankan karyawannya dengan pola seminggu masuk seminggu diliburkan.

“Sementara ini belum ada PHK. Namun kalau kondisinya tetap sama sampai 3-4 bulan ke depan, mungkin ada yang di-PHK,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Senin (7/4/2020).

PHRI mencatat, pihak hotel memberikan jumlah gaji bervariasi untuk karyawan yang dirumahkan. Ada yang 100 persen, 50 persen, atau sistem tabungan. Ada juga yang masih membahasnya, belum memutuskan.

Sedangkan untuk THR karyawan, kata Dwi, hotel harus memberikan THR kepada karyawannya, tapi mungkin besarannya akan disesuaikan dan disepakati bersama dengan karyawan.

Dwi menjelaskan, wabah virus corona jenis baru ini membuat tingkat okupansi hotel secara keseluruhan tinggal 5 sampai 10 persen. Sementara biaya operasional hotel membutuhkan okupansi 50 persen. Jadi jika beroperasi, hotel harus menanggung kerugian senilai okupansi 40 persen.

“Kami sudah mengirim surat kepada gubernur, meminta untuk membebaskan atau memberi kebijakan keringanan pajak hotel restoran, PBB, dan PPh,” ujar Dwi.

“Jika kondisi ini berlanjut hingga Mei atau Juni 2020, saya kira tidak ada hotel yang bisa bertahan,” tambah Dwi.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya
Surabaya
Jumat, 20 Mei 2022
26o
Kurs