Minggu, 14 Agustus 2022

Barata Indonesia Kebut Pembangunan Pabrik Gula Nasional

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pabrik gula PT Barata Indonesia (Persero). Foto : Barata Indonesia

PT Barata Indonesia (Persero) berkomitmen menyelesaikan pembangunan pabrik gula sesuai target kerja yang ditentukan. Pembangunan yang termasuk proyek strategis nasional ini merupakan komitmen perseroan dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada gula.

Fajar Harry Sampurno Direktur Utama Barata Indonesia mengatakan bahwa PG Asembagus Situbondo (revitalisasi kapasitas 6000 TCD) dan PG Rendeng Kudus (4000 TCD) sudah menjalani tahap commissioning.

Tahap commissioning adalah pengujian operasional pekerjaan secara real, memastikan pekerjaan telah dilaksanakan dan memenuhi semua peraturan yang berlaku.

Selain pabrik gula, Divisi Industri Gula dan Agro juga sedang menyiapkan komponen Pabrik Bioethanol (kapasitas 330000 KL) Gempolkrep, Mojokerto.

Dengan pengalaman yang telah dimiliki selama satu abad di industri gula, BUMN ini berkeinginan menjadi solution provider bagi proyek–proyek industri agro, khususnya industri gula nasional dalam rangka mengatasi tantangan kelangkaan komoditas gula produksi dalam negeri.

“Industri gula nasional sangat berpeluang menjadi penopang swasembada pangan setelah swasembada beras. Penyelesaian pembangunan pabrik gula ini merupakan upaya kami dalam mewujudkannya dan kami berharap hal ini dapat mendorong multiplier effect ekonomi bagi seluruh pihak,” kata Harry.

Lebih lanjut, Barata Indonesia juga berkeinginan untuk terus memberikan kontribusi terhadap terciptanya percepatan kemandirian industri gula dalam negeri melalui komitmen penggunaan konten lokal yang tinggi.

Barata Indonesia saat ini juga sedang berusaha menyelesaikan pembangunan Pabrik Gula Bombana Sulawesi Tenggara (kapasitas 12.000 TCD). Di bidang Industri Agro, Barata Indonesia memiliki kompetensi untuk memproduksi berbagai komponen pabrik gula serta pabrik gula lengkap dengan berbagai kapasitas sampai dengan 15.000 TCD. Selain pabrik gula, Barata Indonesia juga memiliki kapabilitas untuk membangun pabrik garam, pabrik sagu, bioetanol, dan kelapa sawit.

Barata Indonesia berharap kontribusi perseroan dalam berbagai proyek pabrik gula di tanah air ini dapat meningkatkan nilai tambah yang bisa dihasilkan di dalam negeri. Sehingga mempercepat terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada gula dan terciptanya kemandirian dalam industri manufaktur tanah air.(iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
31o
Kurs