Minggu, 3 Maret 2024

Berpikir Secara Digital, Bertindak Secara Analog

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media. Foto: Denza suarasurabaya.net

Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media membongkar strategi bagaimana Suara Surabaya Media menjadi top of mind pendengarnya. Sebagai radio yang sudah berusia 37 tahun, Suara Surabaya sudah melewati perkembangan zaman sedemikian rupa juga perkembangan teknologi.

Dari masih memakai teknologi analog terestrial sampai ke digital terestrial. Sekarang, Suara Surabaya sudah bukan lagi radio. Artinya, bisnis yang dikembangkan Suara Surabaya bukan radio, tetapi informasi, interaksi, dan solusi.

“Itulah yang bikin pengakses Suara Surabaya terpaksa harus mendengar atau sesat di jalan,” kata Errol, dalam forum Ideacloud 2020, Sabtu (14/3/2020).

Bagi Errol, perusahaan yang punya gagasan atau ide cemerlang itu sudah lazim. Yang tidak lazim adalah stakeholder bersedia mati-matian memperjuangkan ide cemerlang itu terwujud. Stakeholder Suara Surabaya adalah pendengarnya. Ada sekitar 649 ribu citizen journalist rajin memberikan informasi ke Suara Surabaya.

“Merekalah telah mendorong mimpi Suara Surabaya Media terwujud,” ujarnya.

Kuncinya adalah brand engagement. Pertama, adanya koneksi emosional konsumen yang sangat mendalam dengan produk. Poin kedua brand engagement adalah partisipasi konsumen yang harus ada di jenjang atau level tertinggi.

Terakhir, relasi konsumen dengan produk terjalin dalam jangka panjang. Rahasianya Suara Surabaya secara etika selalu menjaga prinsip tidak menciderai orang lain.

Implikasi dari prinsip itu muncul tantangan yang akan terus dilakukan Suara Surabaya Media, yakni memverifikasi dan memvalidasi kabar hoaks yang beredar di masyarakat.

Errol Jonathans menegaskan, Suara Surabaya tidak akan berhenti sampai di titik sekarang. Suara Surabaya akan beradaptasi dan terus memunculkan nilai baru untuk pengaksesnya di era digital dan teknologi informasi.

“Kuncinya berpikir secara digital tapi bertindak secara analog,” kata dia.

Dia kaitkan ini dengan pernyataan John Naisbitt Penulis dan pembicara asal Amerika.

“Bahwa kita harus belajar menyeimbangkan antara keajaiban teknologi dengan tuntutan kemanusiaan,” ujarnya.

Errol percaya, di tengah teknologi bernama artificial inteligence manusia tidak bisa digantikan oleh apapun. Suara Surabaya ingin tetap menjadi seperti apa yang dikatakan Bob Marley.

“Bahwa kebesaran seseorang bukan karena kekayaannya. Tetapi karena integritas, punya kemampuan, dan punya efek positif kepada orang di sekitarnya,” ungkapnya.

Materi Innovation Strategy To Be Top Of Mind For Your Audience yang dibawakan Errol Jonathans menutup festival bisnis Ideacloud 2020 hari ini. Besok, Minggu (15/3/2020), masih ada puluhan pembicara yang akan membawakan materi yang tidak kalah memotivasi entrepreneur muda Surabaya agar lebih kreatif dan inovatif. (den/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs