Selasa, 7 Desember 2021

Dua Dosen Untag Bantu UMKM, Agar Tidak Terpuruk Saat Pandemi Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ahmadi atau Ucil pemilik UMKM Kanta Craft dibantu 2 Dosen Untag Surabaya di tengah pandemi Covid-19 ini. Foto: Humas Untag

Keterbatasan fisik tidak mematikan kreatifitas Ahmadi, pengelola sekaligus pemilik UMKM Kanta Craft penghasil handycraft berbahan limbah kain perca. Dua dosen Untag Surabaya membantu pengembangan usaha ini dalam bentuk pengabdian masyarakat.

Dr. Ayun Maduwinarti, MP., dan Dra. Sri Andayani., MM., keduanya tertarik membantu UMKM Kanta Craft yang dikelola Ahmadi agar mampu bersaing dengan usah alainnya di tengah pandemi Covid-19 ini dan tidak sampai terpuruk.

“Pak Ahmadi memiliki banyak kendala untuk mengembangkan UMKMnya. Beliau sendiri merupakan penyandang disabilitas. Begitu juga dengan istrinya,” terang Dr. Ayun Maduwinarti, MP., Kamis (23/4/2020).

Produk hasil UMKM Kanta Craft, lanjut Ayun masih sangat terbatas. Terlebih bila ada pesanan dalam jumlah yang besar. Hasil produknya juga kurang bervariasi.

Berdasarkan hasil survei, Ayun menyimpulkan kendala yang dimiliki Kanta Craft satu diantaranya dikarenakan peralatan produksi yang kurang memadai, yang dimungkinkan karena mesin jahit yang masih menggunakan yang sederhana.

Pemasaran produk juga menjadi kendala lain yang dimiliki oleh pak Ucil, sapaan akrab Ahmadi pengelola sekaligus pemilik UMKM Kanta Craft. “Pemasaran hasil produknya juga masih sebatas pemasaran lokal,” tambah Ayun.

Selain itu, manajemen keuangan yang dimiliki UMKM Kanta Craft belum dikelola secara baik sehingga sulit mengetahui perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Pengabdian masyarakat yang dilakukan kedua Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini diberi tajuk: Program Kemitraan Masyarakat Handycraft dari bahan limbah kain handuk (Perca) “KANTA CRAFT” Usaha Mikro Milik Penyandang Cacat di Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya.

Tambahan informasi bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh dua dosen Untag Surabaya kepada penyandang disabilitas pengelola UMKM Kanta Craft ini berhasil mendapat Hibah Perguruan Tinggi.

Ayun menambahkan bahwa dari dana yang diterima kemudian dialokiasikan untuk pembelian mesin jahit yang lebih lengkap bagi usaha Ucil ini. “Dana yang kami terima kemudian kami alokasikan membeli mesin jahit yang lebih lengkap untuk usaha pak Ucil sehingga mempermudah proses produksi,” tambah Ayun.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu juga memberikan pendampingan dan pelatihan terkait manajemen keuangan, seperti merapikan pembukuan. Untuk strategi pemasaran, Ayun bukan hanya memberikan pelatihan namun juga membuat media pemasaran seperti banner dan brosur.

“Kami buatkan roll banner dan juga kartu nama. Nah itu bisa digunakan saat mengikuti pameran dan untuk kartu namanya juga bisa dibagikan, agar masyarakat lebih mengenal usaha ini,” ujar Ayun.

Dengan pemberian pelatihan dan juga pengadaan mesin jahit yang lengkap, Ayun berharap UMKM Kanta Craft mampu memenuhi pesanan dan bisa bersaing dengan UMKM yang lain.

Ayun juga berharap kegiatan yang telah terlaksana mampu menambah pengetahuan sehingga Ahmadi mampu mengelola usahanya dengan baik.

“Sejauh ini pak Ahmadi mengaku sudah ada peningkatan pesanan, menambah variasi produk juga. Sekarang juga sudah bisa menggunakan kain lain, bukan hanya handuk dan menghasilkan banyak produk,” pungkas Ayun.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
30o
Kurs