Minggu, 5 Desember 2021

Dukung Percepatan Penanggulangan Covid-19, BPPT Gandeng Dosen Untag

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
ilustrasi

Dukung percepatan penanggulangan Covid-19 di Indonesia, BPPT gandeng sejumlah institusi dan perguruan tinggi, Dosen Untag Surabaya jadi bagian dari tim ini.

Bersama 11 perguruan tinggi lainnya mendukung percepatan penanggulangan Covid-19 yang ada di Indonesia melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Covid-19 (TFRIC19), dosen Untag Surabaya jadi bagian tim.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang telah mendapat mandat dari Kementerian Riset dan Teknologi, tidak hanya menggandeng perguruan tinggi, TFRIC19 juga didukung oleh perwakilan Institusi Penelitian dan Pengembangan, Industri, Rumah Sakit dan Asosiasi Profesi dan juga oleh sejumlah start-up.

Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom., Dosen Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (untag) Surabaya, terpilih menjadi Tim Pakar Artificial Intelligence Task Force BPPT Covid-19. Dr. Fajar Astuti Hermawati, S.Kom., M.Kom, berperan membangun aplikasi medis.

“Saya diminta BPPT masuk dalam tim untuk membangun aplikasi Deteksi Covid-19 melalui gambar medis seperti X-Ray dan CT Scan untuk mempermudah dokter mendiagnosa,” terang Fajar.

Wanita kelahiran Blora ini menambahkan bahwa satu diantara koordinator tim tahu kemampuannya di bidang image processing melalui disertasi yang pernah dibuatnya beberapa waktu lalu. Dan kemudian merekrut Fajar dalam tim.

Dalam tim tersebut, Fajar bekerjasama dengan 15 orang lainnya. Mengingat para anggota tim tersebar di lokasi berbeda, koordinasi banyak dilakukan melalui tele-conference. “Kami punya target pekerjaan yang harus dilakukan. Diharapkan bulan Juni semua sudah siap untuk diimplementasikan,” ujar Fajar.

Ditambahkan Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., Kepala BPPT, bahwa riset dan inovasi penanggulangan Covid-19 dengan mengembangkan sistem deteksi dini dan sistem pendukung pengambilan keputusan memanfaatkan teknologi yang dibangun dengan Artificial Intelligence (AI).

“Berdasarkan data X-Ray dan CT-Scan dari pasien yang positif dan negatif Covid-19, akan dibangun model AI yang selanjutnya dapat digunakan untuk membantu deteksi dini kepada pasien,” tegas Hammam.

Disamping Artificial Intelligence, 5 rencana aksi TRFIC19 lainnya terdiri atas pengembangan Non-PCR Diagnostic Test Covid-19 (dalam bentuk dip stick dan microchip); pengembangan PCR Diagnostic Test sesuai mutasi terbaru Covid-19; analisis dan penyusunan data whole genome Covid-19 origin orang Indonesia yang terinfeksi; dan memperkuat penyiapan sarana dan prasarana deteksi, penyediaan logistik kesehatan dan ekosistem inovasi dalam menangani pandemik Covid-19.

Hammam menegaskan bahwa komitmen, komunikasi, kecepatan dan kesiapan data, menjadi landasan utama TFRIC19 untuk bekerja dengan cepat dan akurat. BPPT terus melakukan koordinasi lintas lembaga, dan koordinasi internal guna mempersiapkan langkah operasional pelaksanaan 5 rencana aksi di atas.

“Bersamaan dengan itu, koordinasi untuk mendapatkan penguatan dari Menteri Ristek Kepala BRIN dan keselarasan program dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga terus dilakukan,” pungkas Hammam, Rabu (1/4/2020).(tok/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 5 Desember 2021
30o
Kurs