Senin, 25 Januari 2021

Jika Wabah COVID-19 Meledak, Ekonomi Berhenti

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi.

M Rizal Taufikurahman Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan. INDEF mengatakan, pandemi virus Corona (Covid-19) akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Namun, kata Rizal, tanpa upaya sigap dari pemangku kebijakan untuk selamatkan nyawa penduduk Indonesia, maka optimisme perekonomian tidak akan pernah datang.

“Optimisme dan sentimen positif ekonomi baru akan terjadi jika pandemi COVID-19 dapat diatasi, setidaknya menunjukkan tanda-tanda terkendali dan akhirnya dapat diselesaikan,” ujar Rizal didampingi. Dradjad Wibowo dan Didik J Rachbini Ekonom senior INDEF dalam sebuah kajian melalui teleconference membahas
Penanganan Wabah COVID-19 dan dampak ekonominya, Selasa (24/3/2020).

Jadi, kata dia, kemampuan pemerintah dan para pemangku kepentingan ekonomi untuk secara bersama-sama mengalokasikan sumber daya secara optimal menangani masalah kesehatan ini akan sangat menentukan jalannya roda perekonomian ke depan. Tanpa ini, puluhan jurus stimulus perekonomian pun tidak akan mempan menggeliatkan perekonomian.‎

Untuk itu, kata Rizal, INDEF melakukan analisis dampak ekonomi atas pandemi COVID-19 ini, serta mengusulkan sejumlah rekomendasi kebijakan diantaranya soal pentingnya karantina wilayah.

“Mencegah penyebaran COVID-19 dalam kelurahan/desa yang banyak kasus positif/ODP/PDP dan ke kelurahan sekelilingnya setidaknya untuk 2 (dua) minggu ke depan,” jelasnya.

Penentuan kelurahan yang dikarantina, kata Rizal, berdasar batas jumlah positif per penduduk (densitas) berdasar konsensus ahli epidimologi. Warga dalam kelurahan yang di karantina dapat keluar rumah setiap 2-3 hari hanya untuk membeli makanan, obat-obatan dan keperluan dasar lainnya

Untuk itu, menurut Rizal, pemerintah pusat dan daerah perlu melakukan unconditional cash transfer (bantuan dana tanpa syarat) pada masyarakat yang pekerja harian/informal/rentan (khususnya yang belum mendapat bantuan sosial) dengan menggunakan teknologi (mobile banking, digital money, dan lainnya) yang memudahkan pencairan.

Selain itu, perlu juga memastikan sosialisasi pada tingkatan paling bawah berdasarkan data dan informasi akurat.

“Pihak kelurahan/desa, RT/RW, tokoh masyarakat harus dilibatkan secara masif oleh pemerintah Kota/Kabupaten. Pelibatan organisasi pemuda, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan maupun organisasi lainnya menjadi sangat penting,” kata dia.

Rizal menegaskan pentingnya meningkatkan pengawasan social distancing mulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan sekitar. Pelibatan aparat pemerintah, baik sipil, tentara dan kepolisian sangat penting mengingat himbauan saja tidak cukup.

Untuk itu, Rizal mengatakan, penegakan hukum penting dilakukan yang dimulai dengan peningkatan kesadaran masyarakat. (faz/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Yok, Dorong Yok

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Surabaya
Senin, 25 Januari 2021
30o
Kurs