Senin, 19 April 2021

Bupati Sidoarjo Akan Komunikasi dengan Kalangan Industri secara Kekeluargaan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) Bupati Sidoarjo. Foto: Denza suarasurabaya.net

Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo mengatakan, dia akan berkomunikasi dengan pengusaha, para pemilik industri di Sidoarjo, soal relokasi yang sedang mereka rencanakan secara kekeluargaan.

“Ini tantangan bagi kami. Karena UMK di Kabupaten Sidoarjo ini memang sangat tinggi. Cara yang bisa dilakukan dengan mempermudah izin juga meyakinkan potensi yang ada di Sidoarjo,” ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Gubernur Jatim dalam sambutan Sertijab Bupati/Wakil Bupati baru di Sidoarjo, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sidoarjo cukup bagus. Selain itu, Sidoarjo dekat dengan Ibukota Provinsi.

IPM bagus dan kedekatan jarak dengan Surabaya itu, menurut Mudhlor adalah keunggulan potensi daerah yang tidak dimiliki daerah lain. Selain itu, Sidoarjo juga punya Bandara Internasional Juanda.

“Harapannya, para pemilik industri masih betah. Karena Sidoarjo punya potensi yang tidak dimiliki daerah lain. Masalahnya UMK ini yang jadi alasan beliau-beliau ini (mau) terbang ke daerah lain,” ujarnya.

Relokasi atau yang diistilahkan oleh Khofifah Gubernur Jatim Capital Flight itu sudah direncanakan oleh sejumlah investor, atau para pemilik usaha industri yang selama ini beroperasi di Sidoarjo.

Menurut Khofifah, berdasarkan laporan Hudiyono PJ Bupati Sidoarjo, ada sebagian yang akan tetap beroperasi di daerah lain di Jatim, ada sebagian lain yang akan ke Jawa Tengah, dan lainnya belum memutuskan.

Khofifah meminta Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang baru saja menjalani Sertijab mengomunikasikan formula-formula untuk mencapai titik kompromi agar mereka membatalkan rencana relokasi.

Muhdlor memastikan, dia akan berkomunikasi dengan para pemilik industri di Sidoarjo yang berencana merelokasi tempat usahanya secara kekeluargaan. Tidak harus dengan cara informal.

“Pasti akan kami komunikasikan, tidak harus dengan cara formal. Informal saja secara kekeluargaan. Bagaimana kemudian enaknya. Bagaimana masyarakat Sidoarjo ini mendapat buah dari pembangunan di Sidoarjo,” kata Muhdlor.

Berkaitan peningkatan angka pengangguran di Sidoarjo, putra KH Agoes Ali Mashuri Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat Sidoarjo itu memastikan akan menjalankan arahan Khofifah Gubernur Jatim.

Dia akan fokus menguatkan kapasitas UMKM di Sidoarjo karena menurutnya Sidoarjo sudah dikenal sebagai Kota UMKM. Dia pikirkan soal pendanaan dan percepatan penguatan UMKM yang ada.

Soal investasi untuk mendukung penciptaan lapangan kerja baru di Sidoarjo, Gus Muhdlor mengaku tidak akan terlalu berkutat pada investor baru. Karena Perda Rancangan Wilayah dan Tata Ruang di Sidoarjo masih sengkarut.

“Sampean tahu Perda RTRW masih sengkarut seperti ini. Maka kami akan mempertahankan investasi yang ada, mendorongnya untuk mengisi kawasan industri yang kosong di Sidoarjo,” ujarnya.

Apalagi, Sidoarjo akan segera memiliki Kawasan Industri Halal yang sudah dicanangkan oleh Maruf Amin Wakil Presiden. Dia akan arahkan investasi yang ada mengembangkan sayap ke sana.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Senin, 19 April 2021
32o
Kurs