Jumat, 14 Mei 2021

Minimalisir Kerumunan, Satgas Covid-19 Anjurkan Masyarakat Belanja Keperluan Lebaran secara Daring

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Belanja daring.

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 menyayangkan tingginya mobilitas masyarakat di berbagai daerah jelang lebaran, sehingga memicu kerumunan di pusat perbelanjaan.

Pemerintah menyadari, berbelanja pakaian dan berbagai keperluan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia sebelum Hari Raya Idulfitri.

Di sisi lain, kegiatan berbelanja juga faktor penting untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.

Tapi, di tengah wabah Virus Corona, Wiku mengingatkan tingginya risiko penularan, dan potensi menjadi klaster baru dari kerumunan orang yang berbelanja.

Maka dari itu, Satgas Covid-19 menyarankan masyarakat memilih opsi berbelanja lebaran secara daring. Dengan begitu, tidak terjadi kerumunan di pusat-pusat perbelanjaan.

“Masyarakat dapat memilih opsi berbelanja yang lebih aman dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yaitu berbelanja online untuk meminimalisir terpapar Covid-19,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Lebih lanjut, Wiku mengungkapkan kenaikan mobilitas penduduk masih terjadi di pusat perbelanjaan, walau pun pemerintah sudah menerapkan kebijakan pengetatan mobilitas dan peniadaan mudik.

Fakta itu, kata Wiku, berdasarkan pengamatan Satgas Covid-19 menggunakan Google Mobility pada rentang waktu 11 Maret sampai 16 April 2021.

Pengamatan tiga pekan terakhir, ada enam provinsi dengan kenaikan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia, dengan puncak kenaikan tanggal 9 April 2021.

Yaitu Provinsi Aceh (41 persen), Gorontalo (58 persen), Kalimantan Utara (47 persen), Maluku Utara (57 persen), Sulawesi Tenggara (55 persen), dan Sumatera Barat (53 persen).

Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 berharap, kenaikan mobilitas masyarakat tidak sampai memicu kenaikan kasus seperti tahun lalu.

Dia mengimbau Pemerintah daerah menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi supaya mudah mengawasi pergerakan masyarakat.

Tujuannya, untuk mencegah kerumunan dan interaksi fisik yang berpotensi menyebabkan masifnya penularan Covid-19.

“Dari data itu, kita bisa sama-sama belajar bahwa sektor sosial dan ekonomi sangat berkaitan. Dan, ada cara bijak untuk mencapai hasil yang baik pada kedua sektor tersebut melalui kebijakan gas-rem yang berlandaskan fakta dan data yang ada,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Pemerintah menyiapkan Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadan selama lima hari menjelang Idulfitri.

Selain untuk mengurangi mobilitas orang, program belanja itu juga bertujuan meningkatkan konsumsi masyarakat serta mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional.(rid/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Jumat, 14 Mei 2021
26o
Kurs