Minggu, 23 Januari 2022

Pemerintah Dorong Penyaluran Kredit Usaha Rakyat Berdasarkan Klaster di Sektor Pertanian

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto: Kemenko Perekonomian

Joko Widodo Presiden menegaskan pemerintah terus mendorong penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) secara klaster di sektor pertanian.

Dalam rapat kabinet terbatas pada Senin (26/7/2021), Presiden menginstruksikan pengembangan komoditas pertanian dari sisi permintaan, pembelian, dan produksi dari para petani.

Komoditas itu seperti kopi, jagung, padi, tebu, dan tanaman hortikultura semisal sayuran, buah, tanaman bunga, dan tanaman obat.

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian menjelaskan, pemerintah sudah menaikkan kebijakan KUR tanpa agunan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

“Presiden, secara khusus memberikan arahan kepada BRI, BNI dan bank-bank milik negara sebagai lembaga penyalur untuk mengintegrasikan kebijakan tersebut,” ujarnya.

Berdasarkan klaster, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp26,8 triliun untuk sektor pangan, Rp7,84 triliun sektor hortikultura, Rp20,3 triliun perkebunan, dan Rp15,1 triliun untuk peternakan.

“Untuk pertanian, perkebunan kelapa sawit mendapatkan alokasi sekitar Rp9,5 triliun. Pertanian padi Rp7,8 triliun, tanaman lainnya Rp5,5 triliun, dan hortikultura Rp5,2 triliun,” imbuhnya.

Kemudian, budidaya sapi Rp3,9 triliun, budidaya domba dan kambing Rp3,5 triliun, pertanian palawija Rp2,7 tirliun, mix farming Rp2,6 triliun, dan pembibitan sekitar Rp1,1 triliun.

Menurut Airlangga, para petani bisa memanfaatkan KUR klaster untuk berbagai keperluan. Misalnya, dari sisi produksi, KUR dipakai membeli pupuk atau alat pertanian.

Selain itu, para petani yang mengikuti program KUR bisa melakukan kerja sama lewat aplikasi digital.

Lebih lanjut, Menko Perekonomian mengungkapkan sudah banyak relaksasi yang diberikan pemerintah untuk penerapan KUR.

Salah satunya, masyarakat yang sudah mendapatkan kredit lain secara bersamaan tetap bisa ikut program KUR.

Lalu, masyarakat juga bisa memiliki kredit pemilikan rumah, leasing kendaraan motor untuk tujuan produktif, kredit dengan jaminan surat keputusan pensiun, kartu kredit, resi gudang, atau kredit konsumsi untuk rumah tangga.

Secara keseluruhan, Airlangga melaporkan realisasi penyaluran KUR sampai 25 Juni 2021 mencapai Rp143,14 triliun.

Jumlah itu setara dengan 56,58 persen dari target penyaluran KUR tahun 2021 dengan total Rp253 triliun.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Minggu, 23 Januari 2022
33o
Kurs