Minggu, 14 Agustus 2022

Pemprov Siapkan Fasilitas Pendukung KEK Singhasari Malang

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur dalam Rapat Koordinasi bersama Sanusi Bupati Malang, David Direktur KEK Singhasari, serta jajaran Pejabat Pemkab Malang, di Grahadi. Foto: Humas Pemprov jatim

Pemprov Jatim sedang menyiapkan fasilitas pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang. Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menyatakan itu.

Penyiapan fasilitas pendukung, menurutnya menjadi bagian dari strategi Pemprov Jatim dalam pengembangan KEK Singhasari, supaya kawasan itu mampu meningkatkan Perekonomian di Jawa Timur.

“Juga supaya kawasan ini mampu menggaet lebih banyak investor masuk ke Jatim,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net, Rabu (20/1/2021).

Strategi pengembangan kawasan itu sudah dibahas dalam Rapat Koordinasi bersama Sanusi Bupati Malang, David Direktur KEK Singhasari, serta jajaran Pejabat Pemkab Malang, di Grahadi.

Pemprov Jatim bersama pengembang kawasan dan Pemkab Malang terus berupaya menjadikan KEK Singhasari sebagai sentra industri ekonomi kreatif berbasis teknologi informasi, sekaligus pariwisata.

Singhasari Malang memang menjadi satu-satunya KEK di Indonesia yang memiliki klaster ekonomi digital berbasis teknologi informasi.

“Lewat strategi pengembangan ini, kami berharap kelak akan muncul startup-startup baru di Jawa Timur dari kawasan itu. Terutama untuk memperkuat sektor UMKM di Jawa Timur,” katanya.

Untuk itu, selain melengkapi fasilitas pendukung di KEK Singhasari, Pemprov bersama pihak terkait juga sedang membangun ekosistem komunitas pelaku ekonomi digital.

Sanusi Bupati Malang bilang, Pemkab Malang siap menyinergikan seluruh potensi yang ada untuk mendukung optimalisasi KEK Singosari.

“Malang punya banyak potensi ekonomi. Baik ikan tuna, lobster, keripik nangka, sayuran dan bunga hias yang sudah memiliki pasar ekspor,” ujarnya. “Termasuk banyaknya hotel dan restoran berbintang.”

KEK Singosari juga dia harapkan mampu mensinergikan potensi sayuran di Malang ke terminal-terminal agrobisnis di Sidoarjo.
“Supaya harga sayuran di Jatim menjadi stabil,” ujarnya.

Begitu juga potensi peternakan di Kabupaten Malang. Dengan adanya kawasan itu, Sanusi berharap Jawa Timur ke depan bisa swasembada daging.(den/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
31o
Kurs