Kamis, 22 April 2021

SSEF 2021, Faisal Basri: Ekonomi Akan Tumbuh Positif Triwulan Kedua Tahun Ini

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Tingkat penjualan kendaraan bermotor sejak pandemi Covid-19. Foto: Tina suarasurabaya.net

Faisal Basri ekonom senior memperkirakan, ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19 akan tumbuh positif pada triwulan kedua tahun ini.

Dia melihat, dampak Covid-19 terhadap ekonomi memang sangat besar. Namun, masalah Covid-19 adalah masalah kesehatan, bukan masalah keuangan.

“Makin ke sini ekonomi makin membaik. Triwulan pertama diperkirakan masih minus, Triwulan kedua baru positif,” kata Faisal Basri dalam Suara Surabaya Economic Forum (SSEF), Jumat (24/2/2021) dengan tema “Be Smart Winner On Global Uncertainty”.

Menurutnya, ekonomi Indonesia membaik saat masyarakat sudah mulai berbelanja secara normal. Saat ini, masyarakat masih menahan belanja karena selain daya beli yang turun, juga mereka ‘berjaga-jaga’ jikalau pandemi masih berlangsung lama.

Indonesia, menurutnya punya dua senjata. Senjata pertama adalah penanganan pandemi yang cukup beres. Salah satu indikatornya adalah jumlah testing di Indonesia mencapai 50 ribu per hari selama beberapa hari terakhir.

Jumlah pasien meninggal menurun dan jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia juga terus menurun.

“Orang dengan kasus aktif sudah turun, kasusnya juga mulai turun 7 hari ini. Makin cepat turun makin cepat ekonomi pulih,” ujar pakar ekonom sekaligus politikus tersebut.

Senjata kedua adalah kebijakan ekonomi di Indonesia yang cukup bagus. Hasilnya, menurut Faisal, kontraksi ekonomi semakin lama semakin sedikit.

Dia memastikan triwulan pertama 2021 ini ekonomi Indonesia masih minus. Tapi setidaknya ada tujuh sektor yang masih tumbuh positif di dunia.

Salah satunya sektor informasi dan komunikasi. Beberapa lainnya ada sektor listrik, manufaktur, juga sektor kimia dan farmasi termasuk produk herbal.

“Ada yang negatif tapi ada juga yang tumbuh positif. Pertumbuhan yang tinggi adalah kimia, farmasi, dan produk-produk herbal jadi masyarakat ingin mengonsumsi lebih banyak.

Selain itu, sektor makanan dan minuman yang menurutnya juga masih tumbuh positif. Karena mau bagaimana pun juga masyarakat tetap butuh makan.

Dalam webinas yang disiarkan zoom dan tiga kanal sosial media Suara Surabaya Media itu, Faisal juga melihat sektor transportasi masih bisa bergeliat dan berpotensi tumbuh positif.

Menurut data yang dia dapat penjualan sepeda motor saat ini sudah mendekati angka 400 ribu unit per bulan. Hal ini tak lain dikarenakan adanya stimulus ekonomi oleh Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk melonggarkan Down Payment (DP) atau uang muka kredit kendaraan bermotor 0% (nol persen) untuk semua jenis kendaraan bermotor yang baru.

“Yang tadinya minus penjualannya sampai -43,6 persen, sekarang sudah tinggal -14,7 persen. Demikian juga penjualan mobil dari minus lebih dari 50 persen, kini sudah membaik,” imbuhnya

Perkiraan pemerintah akan membuka sekolah pada Juni. Menurutnya, target itu juga akan menjadi secercah harapan dan berdampak baik untuk perbaikan ekonomi.

Hanya saja, dia memperkirakan pemulihan pariwisata di Indonesia masih perlu waktu lebih lama. Saat ini tingkat kepercayaan diri turis datang ke Indonesia dia sebut sekitar 22 persen.

Faisal Basri pun optimistis karena pemerintah tahun ini menggelontorkan Rp700 triliun untuk penanganan Covid-19. Artinya, pemerintah tidak akan tidur untuk terus melakukan beberapa upaya solusi pemulihan ekonomi.(den/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Kamis, 22 April 2021
30o
Kurs