Selasa, 16 Agustus 2022

DPR Dorong Pemerintah Tindak Tegas Truk Besar yang Borong Solar Subsidi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Antrean pengisian solar di SPBU kawasan Margomulyo Surabaya, Kamis (14/11/2019) pagi. Foto: Idris Purwanto via whatsapp SS

Nevi Zuairina anggota Komisi VI DPR RI mendorong pemerintah agar menindak tegas truk-truk besar yang memborong solar subsidi. Ia mendapatkan informasi, bahwa PT Pertamina telah meningkatkan suplai solar, tapi pada kenyataannya keberadaan solar di lapangan terlihat kurang. Hal ini ditunjukkan adanya antrian panjang kendaraan yang akan membeli solar.

Nevi mengatakan, disparitas harga solar subsidi sangat lebar dengan non subsidi. Semula solar dexlite dijual Rp9.700 per liter pada Januari 2022 dan naik menjadi Rp12.400 per liter. Februari dan Maret kembali lagi naik menjadi Rp13.250 per liter. Sehingga mendorong pemilik kendaraan beralih membeli solar subsidi yang harganya relatif murah Rp5.150 per liter.

“Untuk kebutuhan solar di wilayah Sumatera Barat, suplai PT Pertamina sudah melebihi kuota. Di lapangan antrian panjang kendaraan mestinya tidak terjadi. Aparat penegak hukum sudah bertindak tegas, tapi perlu diperkuat lagi karena Truk pertambangan dan industri diduga masih memborong solar subsidi. Seharusnya yang dapat subsidi kendaraan roda 6 ke bawah,” ujar Nevi dalam keterangannya, Senin (4/4/2022).

Nevi mengaskan hal itu, karena ada indikasi penjualan solar kepada industri, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan solar bagi kendaraan. Padahal menurut dia, distribusi logistik pangan sangat tergantung pada solar sehingga akan memudahkan penyebaran pangan dengan harga yang relatif mirip antara pusat produksi dan konsumsi.

Ia menyarankan, agar pemda dan seluruh stakeholder turut turun tangan untuk menegakkan aturan, sehingga semakin ketat dalam menyeleksi pembelian solar subsidi.

Nevi menekankan agar pemerintah membuat aturan yang lebih jelas terkait pembatasan kendaraan yang menggunakan Solar Subsidi. Sehingga mengubah mekanisme kompensasi solar ke subsidi penuh menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

“Sekarang sudah masuk bulan Ramadan, artinya, kebutuhan pangan di masyarakat semakin meningkat, sehingga pemerintah harus menjamin solar untuk distribusi bahan pangan. Kami di Komisi VI sepakat agar pemerintah dapat memastikan ketersediaan BBM pada saat Ramadan dan Idulfitri 2022. Antrean akan hilang jika truk-truk besar yang tidak berhak membeli solar subsidi ditangkap, seperti penyelesaian antrean panjang pembeli solar di Kalimantan,” pungkas Nevi.(faz/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
27o
Kurs