Sabtu, 20 April 2024

Forum Pasar Kopi Soroti Potensi Kelangkaan Kopi Akibat Perubahan Iklim

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Erick Thohir Menteri BUMN di sela talkshow di Amsterdam bertajuk Pasar Kopi - Indonesian Coffee Market & Coffee History Exhibition pada 1-7 September 2022. Foto: Kementerian BUMN

Forum Pasar Kopi yang melibatkan industri hingga pemerhati lingkungan menyorot potensi kelangkaan kopi secara global akibat pengaruh perubahan iklim yang dapat merusak tanaman.

Dilansir dari siaran pers Roemah Indonesia BV yang diterima Antara, Sabtu (10/9/2022), analisis Stockholm Environment Institute baru-baru ini menyatakan perubahan iklim dapat mengurangi produksi kopi Arabika global sebesar 45,2 persen, dan produksi Robusta global sebesar 23,5 persen.

Amanda Katili Direktur Climate Reality Indonesia mengatakan, perubahan iklim memerlukan pendekatan dua arah, yaitu mengurangi penyebabnya sehingga manusia dapat membatasi tingkat perubahan. “Dan beradaptasi dengan konsekuensinya sehingga lebih mudah untuk hidup dengan dampaknya,” katanya.

Ia menambahkan, keragaman dan kesinambungan kopi terhadap alam serta keberlanjutannya di masa depan menjadi isu penting yang perlu dikampanyekan.

Untuk diketahui, pembahasan tentang potensi kopi itu, dikemas dalam talkshow yang diselenggarakan di Amsterdam, bertajuk Pasar Kopi – Indonesian Coffee Market & Coffee History Exhibition pada 1 sampai 7 September 2022, yang diresmikan oleh Erick Thohir Menteri BUMN.

Tujuannya, mengangkat posisi Indonesia agar menjadi aktor penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional.

Narasumber dalam talkshow itu menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan, termasuk pelaku di industri kopi berupaya melaksanakan berbagai aksi iklim yang mengacu pada serangkaian kegiatan, mekanisme, maupun instrumen kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan dampaknya.

Upaya nyata menyikapi perubahan iklim dalam industri kopi salah satunya ditunjukkan Rinaldi Nurpratama Co-founder Dua Coffee Shop, melalui penggunaan wadah kopi yang dapat digunakan kembali. “Saya juga terbuka untuk bekerja sama agar generasi muda lebih memahami industri kopi dari hulu ke hilir, termasuk melalui games ataupun metaverse,” katanya. (ant/bil)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Sabtu, 20 April 2024
26o
Kurs