Jumat, 7 Oktober 2022

Misbakhun Ingatkan Pentingnya Koordinasi Penanganan Masalah Ekonomi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Mukhamad Misbakhun saat 'Sosialisasi Cinta Rupiah: Bela Negara Tanpa Senjata' yang digelar di Kantor Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/8/2022). Foto: istimewa

Mukhamad Misbakhun Anggota Komisi XI DPR memuji kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Presiden dalam melewati gejolak ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan lonjakan harga minyak dunia.

Legislator Golkar itu menilai kemampuan Pemerintah dalam koordinasi penanganan masalah ekonomi merupakan kunci penting menghadapi perekonomian global yang bergejolak.

Misbakhun menyampaikan hal itu di depan ratusan konstituennya pada kegiatan ‘Sosialisasi Cinta Rupiah: Bela Negara Tanpa Senjata’ yang digelar di Kantor Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/8/2022).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan II Jawa Timur itu menuturkan, capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang baik antara Jokowi, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Sri Mulyani Menteri Keuangan (Menkeu), hingga Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Arahan Jokowi Presiden di sektor ekonomi dijalankan oleh Menko Perekonomian, ada Menkeu Bu Menkeu yang memerankan kebijakan fiskal yang sangat bagus, lalu didukung peran Pak Perry bersama jajaran BI,” katanya.

Sekjen Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) itu kemudian mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diumumkan pada 5 Agustus lalu. Menurut Misbakhun, BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen.

“Positif. Di saat luar negeri mengalami gejolak harga BBM, di Indonesia naik atau enggak? Kan, enggak,” imbuhnya.

Misbakhun menyatakan Pemerintah memilih mempertahankan subsidi BBM. Namun, dia menyebut kebijakan fiskal dalam menjaga harga BBM juga harus ditopang kebijakan moneter.

Menurutnya, BI sebagai pihak yang menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter punya andil besar dalam menjaga ketersediaan dana.

“Nah, uang subsidi ini dari mana? Sebagian dari pajak negara, sebagian dari Bank Indonesia,” tegasnya.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu menjelaskan, Pemerintah dan BI telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Jilid III yang berisi kesepakatan tentang berbagi beban (burden sharing). Sehingga, memungkinkan dukungan pembiayaan melalui Surat Berharga Negara (SBN).

Melalui skema itu, BI membeli SBN dari Pemerintah. “Dengan SKB Jilid III, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih lebar karena dukungan Bank Indonesia,” tutur Misbakhun.

Pemengaruh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu menambahkan, sekarang seluruh masyarakat menikmati buah kebijakan pemerintah tentang subsidi BBM. Dia bilang, angka inflasi tetap terkendali walau harga minyak terus bergejolak seiring konflik Rusia Vs Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Kalau melihat perang Rusia-Ukraina yang membuat harga minyak menjadi tinggi, inflasi yang tinggi terjadi di berbagai negara. Indonesia hanya mengalami inflasi di bawah sepuluh persen,” katanya.

Selama dua hari, Misbakhun bersama BI berkolaborasi dalam melakukan sosialisasi penggunaan Rupiah. Pada Jumat (12/8/2022), Misbakhun dan Kantor Perwakilan BI Malang menggelar ‘Sosialisasi Cinta Rupiah’ di Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.(faz/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Jumat, 7 Oktober 2022
32o
Kurs