Kamis, 9 Februari 2023

Penyerapan APBD Jawa Timur 2022 Baru 77,69 Persen

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Adhy Karyono Sekdaprov Jatim saat membuka sosialosasi EPPD 2022 terhadap LPPD 2021 di Kantor Gubernur Jatim, Selasa (19/7/2022). Foto: Biro Adpim Jatim

Adhy Karyono Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) mengatakan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2022 per hari ini baru 77,69 persen dari total APBD sebesar Rp30 triliun.

“Nah, jadi masih ada yang belum terserap,” tuturnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (1/12/2022).

Namun, Adhy mengatakan Jawa Timur berhasil menduduki peringkat keempat secara nasional dengan penyerapan APBD tersebut.

“Saat ini secara umum Jatim sudah bagus, 10 besar dengan ranking 4 penyerapannya,” katanya.

Lebih lanjut, Adhy menyebutkan sisa dana yang belum terserap cukup besar karena Jatim punya 38 kabupaten/kota. Namun secara keseluruhan, penyerapan APBD di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur ini memiliki sebaran progres normal masing-masingnya sedang dipacu.

“Secara umum normal. Kalau dilihat satu per satu itu normal, rata-rata di 80-an, ada 87, semua normal,” sebutnya.

Selain itu Adhy juga mengungkapkan bahwa APBD yang belum terserap dikarenakan terdapat komponen anggaran kontraktual.

“Ada anggaran yang digunakan untuk belanja modal yang sifatnya kontraktual atau lelang, itu akan banyak selesai di bulan Desember karena lelang yang 5 bulan, 6 bulan, ya 10 bulan, proyek yang besar seperti itu,” ungkapnya.

Selain itu, ia memaparkan bahwa tidak semua kegiatan dilaksanakan karena ada efisiensi, sehingga ini akan memangkas kurang lebih satu persen dari APBD.

“Yang kedua memang progres kegiatan-kegiatan yang kemungkinan ada efisiensinya. Nah, berarti ada SILPA (Selisih Lebih Realisasi Penerimaan dan Pengeluaran Anggaran selama satu periode anggaran)-nya,” paparnya.

Kemudian, Adhy menambahkan, masing-masing Kabupaten/Kota juga memiliki anggaran cadangan pemilu, pilkada yang memang tidak digunakan tahun ini.

“Hanya untuk disertakan nyicil tahun depan digunakan, seperti itu, kemudian berikutnya sisa BTT (Belanja Tidak Terduga),” katanya.

Menanggapi APBD yang belum terserap, Sekretaris Daerah Pemprov Jawa Timur itu optimis bahwa Desember triwulan kedua, anggaran kontraktual pasti akan terbayarkan.

Closing date-nya tanggal 15 Desember itu pasti akan kontraktual terbayarkan. Itu akan loncat peningkatannya,” pungkasnya.(rum/dfn/ipg)

Berita Terkait