Sabtu, 28 Mei 2022

Perusahaan Konstruksi di Jatim Terbanyak se-Indonesia, Khofifah Berharap Dukungan Realisasi Proyek Infrastruktur

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi proyek infrastruktur. Foto: dok/suarasurabaya.net

Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi yang punya perusahaan konstruksi terbanyak di Indonesia selama periode 2020-2021.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan, hal itu berkontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, bukan hanya di Jawa Timur.

Berdasarkan data Konstruksi Dalam Angka 2021 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Desember 2021 lalu, ada sebanyak 24.596 perusahaan konstruksi di Jatim.

Angka itu mengungguli 33 provinsi lain dan telah mengalami kenaikan 26,59 persen dibandingkan 2020 yang sebanyak 19.430 perusahaan konstruksi di Jatim.

“Alhamdulillah, ini luar biasa. Perusahaan konstruksi di Jawa Timur tertinggi se-Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Dari total 24.596 perusahaan konstruksi, sebanyak 20.280 perusahaan berskala kecil, 2.303 perusahaan berskala menengah, dan 102 berskala besar.

Sedangkan sebanyak 1.911 perusahaan konstruksi lainnya tidak termasuk dalam kualifikasi sebelumnya.

Peningkatan jumlah perusahaan konstruksi itu, kata Khofifah, adalah wujud kerja keras dan keseriusan dari seluruh elemen infrastruktur di Jatim.

Tentu mereka memberikan kontribusi dan dedikasi untuk semua sektor dan semua daerah di Indonesia. Bukan hanya di Jawa Timur.

“Walaupun di tengah kondisi pandemi Covid-19, nyatanya pertumbuhan sektor konstruksi terus berjalan. Ini jadi penguat tagline kita, Optimis Jatim Bangkit,” ujarnya.

Khofifah juga bilang, peningkatan jumlah perusahaan konstruksi ini akan menjadi pendukung utama realisasi bermacam proyek infrastruktur di Jawa Timur.

Sebagaimana tertuang di dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di wilayah Jawa Timur.

“Kami dapat tugas yang terangkum dalam Perpres 80 Tahun 2019. Di dalamnya banyak sekali PSN yang diharapkan bisa segera terealisasikan,” katanya.

Lebih lanjut, tren peningkatan kontraktor itu menurutnya juta akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Menurutnya, peran sektor konstruksi berkaitan erat dengan penyerapan tenaga kerja, penanaman modal, jumlah proyek infrastruktur dan bangunan, hubungan timbal balik dengan sektor-sektor pendukung, serta fasilitator pergerakan dan pertumbuhan barang dan jasa.

“Tentunya kami berharap, perkembangan infrastruktur nanti akan sejalan dengan naiknya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara umum,” kata Khofifah.

Lebih luas lagi Khofifah mengatakan, banyaknya perusahaan konstruksi di Jatim akan mendukung pemerataan pembangunan di semua sektor.

Mulai dari ketahanan pangan di tiap daerah, pemenuhan kebutuhan listrik dan energi nasional, peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan, akses jalan memadai untuk angkutan barang dan jasa, dan peningkatan daya tarik pariwisata.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
28o
Kurs