Kamis, 30 Mei 2024

Proyek Hilirisasi Bantu Investasi Jawa Timur Tembus Rp145 Triliun

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim waktu memimpin rapat bersama jajaran OPD Pemprov Jatim di VIP Room Juanda, Rabu (10/1/2024). Foto: Humas Pemprov Jatim

Realisasi investasi di Jawa Timur (Jatim) secara kumulatif pada 2023 tembus Rp145,1 triliun. Perhitungan itu terlihat dari meningkatnya investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Jatim.

Sedangkan menurut data rilis yang disampaikan Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, pada 24 Januari 2024, realisasi PMA dan PMDN Jatim di Triwulan IV 2023 mencapai Rp45 triliun.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menyatakan, realisasi investasi Jatim secara kumulatif pada 2023 telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Realisasi investasi Jatim melampaui target RPJMD, juga melampaui target capaian investasi nasional,” ujar Khofifah pada Minggu (27/1/2024).

Khofifah menyatakan, capaian realisasi investasi tahun 2023 secara year on year (yoy) meningkat 31,5 persen dari tahun 2022.

Peningkatan terjadi pada realisasi PMA yang mencapai 56,3 persen dan PMDN) mencapai 14,7 persen.

“Fenomena yang sama juga terlihat pada data triwulanan realisasi investasi periode Oktober- Desember 2023 Triwulan IV 2023 yang mencapai Rp45 triliun atau meningkat sebesar 45,6 persen (yoy) dan 15,7 persen (quartal-to-quartal),” terangnya.

Khofifah melanjutkan, nilai itu setara 129,6 persen dari target Perubahan RKPD 2023, sebesar Rp112 triliun, atau setara 115,2 persen dari target nasional yang dipatok Rp126 triliun.

“Realisasi investasi tahun ini menyerap tenaga kerja sebanyak 236.769 orang dengan rincian 1.284 tenaga kerja asing dan 235.485 orang tenaga kerja indonesia,” lanjutnya.

Khofifah menyebut, lonjakan realisasi investasi tahun ini tidak lepas dari tingginya realisasi proyek hilirisasi yang tercatat Rp52,1 triliun atau setara 35,9 persen dari realisasi investasi tahun 2023.

“Perlu digarisbawahi bahwa proyek hilirisasi tidak hanya smelter tembaga, namun juga termasuk proyek industri kayu dan turunannya, industri kimia farmasi dan turunannya serta perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan beserta industri pengolahannya” ungkapnya.

Hilirasi yang dimaksud Khofifah antara lain, hilirisasi batu bara dengan PMA mencapai US$ 2.612 juta, dan PMDN mencapai Rp3.206, 5 miliar, hilirisasi minyak bumi dan gas alam dengan PMA mencapai US$ 297,4 juta.

Selanjutnya, PMDN mencapai Rp2.661,8 miliar, juga hilirisasi perkebunan, kelautan, perikanan dan kehutanan (PKPK) dengan PMA mencapai US$ 159,4 juta dan PMDN mencapai Rp4.667,2 miliar.

“Hilirisasi yang terus kita dorong sesungguhnya sudah inline dengan kebijakan dari pemerintah pusat, dan realisasi sektor hilirisasi mencapai 35,9 persen dari total realisasi tahun 2023,” terangnya. (wld/saf/ham)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 30 Mei 2024
30o
Kurs