Rabu, 17 April 2024

Stok dan Harga Pangan Awal 2024 di Surabaya Aman, Waspadai Kenaikan Tomat, Telur, dan Ayam

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ilustrasi harga telur ayam terus meroket. Foto: Istimewa

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok dan harga pangan awal 2024 aman, tapi ada tiga komoditas yang diwaspadai naik yaitu telur, ayam, dan tomat.

Dewi Soeriyawati Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya menyebut, sudah ada warung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengontrol, memantau harga, dan stok bahan pangan agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga di pasar masih cukup stabil dan aman. Kami juga berkolaborasi dengan Bulog. Kami juga secara rutin menggelar operasi pasar untuk memastikan ketersediaan stok minyak, gula, maupun beras sehingga tidak ada harga yang berbeda,” kata Dewi lewat keterangan pers Diskominfo Kota Surabaya, Jumat (19/1/2024).

Ia mengaku rutin memantau grafik harga, ketika dalam satu bulan, stok bahan pokok menipis, atau harga menunjukkan akan naik, pemkot langsung bekerja sama dengan daerah surplus agar dapat mensuplai kebutuhan.

“Jadi kami tahu posisi beras, gula, maupun sayuran dalam keadaan aman. Kami sudah perhitungkan semuanya karena setiap minggu kami selalu melihat grafiknya,” ujarnya.

Cara lain yang dilakukan, operasi pasar dua kali seminggu, dan layar monitor pemantauan harga yang terpasang di pasar.

“Agar konsumen mengetahui harga bahan pokok lewat layar monitor sehingga mereka tidak dibohongi oleh pedagang,” terangnya.

Sementara Antiek Sugiharti Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menyebut, Surabaya masih dalam posisi grade satu yang berarti ketersediaan dan kebutuhan bahan pokok relatif aman.

“Tapi kami selalu di atas (grade), mencapai 1,3 bisa 1,4 dan bervariasi. Artinya ketersediaan cukup untuk kebutuhan satu kota dalam satu bulan dan masih ada kelebihan. Jadi kebutuhan bahan pokok di awal tahun aman,” tegasnya.

Hasil pemantauan dan pendataan, harga cabai, bawang merah, dan bawang putih mengalami penurunan. Sementara harga tomat, telur, dan daging ayam, ada indikasi naik.

“Tapi kecil, jadi tidak terlalu signifikan, jadi kami melihat bahwa trendnya (kenaikan) tidak hanya di Surabaya, ini hampir di seluruh kabupaten/kota. Kami bersama TPID rutin melakukan pengawasan sehingga ketika ada indikasi akan ada kenaikan bahan pokok, kami mencari distributor daerah asal, agar bisa mensuplay di Surabaya,” terangnya.

Antiek menyebut, Pemkot Surabaya sudah mengantisipasi hingga menjelang puasa dan lebaran dengan operasi pasar murah.

“Ada pula program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar) untuk memastikan ketersediaan beras lewat operasi pasar. Itu dilakukan untuk stabilitas harga pangan dan bisa melalui warung TPID,” tandasnya. (lta/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Rabu, 17 April 2024
29o
Kurs