Senin, 14 September 2026

Akademisi Sebut Kebijakan Purbaya Jadi Pertimbangan Pencopotan dari Jabatan Menkeu

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Purbaya Yudhi Sadewa semasa masih menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Humas Kemenkeu

“Karena SAL yang ada di BI itu bukan parkir, tapi itu adalah buffer stock pemerintah ketika pemerintah itu dalam kondisi emergensi,” lanjutnya.

Menurut dia, dana tersebut dibutuhkan sebagai cadangan ketika pemerintah menghadapi kondisi luar biasa, seperti pandemi atau bencana.

Di sisi lain, Wasiaturrahma menilai penyaluran dana tersebut melalui perbankan tidak otomatis menyelesaikan persoalan pembiayaan sektor riil. Dia menyoroti besarnya dana kredit perbankan yang belum dicairkan atau undisbursed loan.

“Pada saat awal Pak Purbaya itu ngambil dana SAL Rp200 triliun, perbankan mengalami undisbursed loan itu sekitar Rp2.500 triliun. Itu ada dana yang masih belum dicairkan oleh para pelaku usaha,” katanya.

Menurut Wasiaturrahma, kondisi itu menunjukkan persoalan utama bukan semata-mata kekurangan likuiditas perbankan. Pelaku usaha, kata dia, masih cenderung menunggu dan melihat kondisi, antara lain karena ketidakpastian geopolitik.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 14 September 2026
28o
Kurs