Gagasan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti melalui komunikasi antara Diplomat Success Challenge (DSC) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Selain itu, Pemprov Jatim juga berencana menjalin komunikasi dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk membahas kemungkinan pengembangannya.
Ia menilai, proses membangun wirausaha membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, karena perjalanan seorang entrepreneur tidak selalu bertumpu pada satu jenis bisnis dan perlu kemampuan beradaptasi, membaca peluang, dan terus berinovasi untuk menghadapi perubahan pasar.
“Yang harus kita cetak itu apa? Entrepreneur-nya atau wirausahanya ini. Nah, ini yang dicoba dibangun di DSC,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan inovasi yang lahir dari kolaborasi alumni DSC, yakni produk ear monitor yang dikembangkan bersama produk mikrofon milik alumni lainnya hingga berpeluang dipamerkan di luar negeri.
NOW ON AIR SSFM 100

