Ia menjelaskan, transformas tersebut tidak sekadar bertujuan mencetak lulusan yang mendirikan perusahaan, tetapi juga menghasilkan sarjana yang memiliki jiwa kewirausahaan, mampu mencari peluang, dan berani menyelesaikan persoalan melalui inovasi.
“Artinya, kita bukan hanya menciptakan entrepreneur-entrepreneur, tetapi kita menciptakan lulusan yang berjiwa entrepreneur,” ujarnya.
ITS, kata dia, telah mengembangkan berbagai ekosistem untuk mendukung kewirausahaan, termasuk pusat pengembangan karier dan kewirausahaan serta Science Technopark.
Menurutnya, mahasiswa perlu melihat persoalan di sekitar sebagai peluang bisnis melalui solusi sederhana yang bermanfaat, bernilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan berdampak sosial.
“Cara untuk memulai usaha itu adalah carilah masalah di sekitar kita, selesaikan masalah itu dengan solusi-solusi bisnis,” pungkasnya. (ris/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

