Menurutnya, pencapaian perusahaan tidak terlepas dari dedikasi seluruh insan perusahaan, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta kepercayaan pelanggan terhadap layanan TTL Group.
“Pertumbuhan sektor logistik nasional sepanjang Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi perusahaan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas operasional, serta penguatan kualitas layanan agar semakin andal, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Di saat yang sama, kami juga akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing Indonesia,” ujar David.
Memasuki Semester II 2026, TTL Group akan melanjutkan sejumlah langkah strategis melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi layanan berbasis digital, pengembangan jaringan layanan, serta perluasan konektivitas maritim.
Salah satu fokus perusahaan adalah memperluas implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI) ke TPK Berlian setelah program tersebut berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan mendorong pertumbuhan kinerja di TPK Nilam.
Implementasi EAZI diharapkan mampu mempercepat pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat daya saing layanan terminal.
Berbekal capaian positif pada Semester I 2026, PT Terminal Teluk Lamong Group optimistis dapat memenuhi target kinerja hingga akhir tahun sekaligus memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung daya saing logistik nasional. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

