Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, masih beroperasi secara normal meskipun daerah setempat diselimuti kabut asap dengan jarak pandang 2,5 kilometer.
Achmad, General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, mengatakan jarak pandang pada Senin pagi (24/8/2026) tercatat 2.200 hingga 2.700 meter, masih dalam kategori aman bagi aktivitas penerbangan.
“Alhamdulillah penerbangan sampai pagi ini masih berjalan dengan normal, jarak pandang masih aman,” katanya di Pekanbaru, seperti dilaporkan Antara, Senin (24/8/2026).
Ia menjelaskan, jarak pandang minimum untuk penerbangan adalah 800 hingga 1.000 meter, tergantung pada jenis pesawat, kesiapan maskapai, serta kategori instrumen navigasi yang digunakan.
“Jarak pandang masih kita pantau karena sangat tergantung arah angin. Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan memberikan keselamatan buat kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, di Provinsi Riau terdeteksi 491 titik panas yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial dengan 239 titik panas, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 166 titik, dan Kabupaten Bengkalis 30 titik. Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Inderagiri Hulu (13), Rokan Hulu (12), Kampar (9), Rokan Hilir (8), Siak (7), Kuantan Singingi (4), serta Kota Dumai (3).
Akibat banyaknya titik panas ini, jarak pandang di Pekanbaru pada Minggu malam (23/8/2026) sempat hanya 2,5 kilometer dengan kondisi berasap. Sementara kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan PM 2,5 dalam beberapa jam masuk kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat.
Dalam beberapa hari terakhir, menurut Manggala Agni, kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan lebih dari 800 hektare (ha), terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 471 ha, Pelalawan 300 ha, serta Kabupaten Kampar puluhan hektare.(ant/iss/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

