“Salah satunya pemerintah akan mengembangkan decision support system (DSS) berupa Dashboard Rice Journey. Dashboard ini akan memberikan masukan sebagai bahan pengambil kebijakan, khususnya beras secara cepat, tepat dan berbasis data,” kata Sugeng.
Menurutnya, dashboard tersebut akan menyajikan informasi secara real time untuk membantu pemerintah mengidentifikasi potensi gangguan pasokan maupun kenaikan harga beras sejak dini.
Sistem itu juga dirancang mampu memetakan wilayah dengan tingkat risiko tertinggi, mengidentifikasi penyebab utama seperti produksi, stok, Rice Milling Unit (RMU), distribusi, logistik, cuaca, hingga perilaku pasar, sekaligus mengevaluasi kualitas data yang digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Dashboard tidak hanya mampu mendeteksi potensi gangguan secara dini, tetapi juga menjelaskan hubungan sebab-akibat, mengevaluasi kualitas bukti, mensimulasikan berbagai skenario kebijakan, serta menghasilkan rekomendasi intervensi yang tepat sasaran,” jelasnya.
Sugeng mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki sejumlah keunggulan.

NOW ON AIR SSFM 100

