Sebaliknya, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat proses pembentukan harga atau price discovery menjadi lebih baik.
“Harusnya tidak ada, tidak akan mempengaruhi potensial outflow. Tetapi, yang kita tuju adalah likuiditas yang lebih baik dan price discovery yang lebih baik,” ujar Jeffrey.
BEI juga optimistis kebijakan tersebut akan mendapat respons positif dari penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE.
Optimisme itu didasarkan pada tanggapan positif pelaku pasar selama rangkaian diskusi, sosialisasi, dan simulasi penerapan kebijakan.
Menurut Jeffrey, BEI sebelumnya telah menggelar forum group discussion (FGD) serta sosialisasi kepada pelaku pasar. Selain itu, simulasi perdagangan dilakukan pada 22 dan 29 Agustus 2026.
“Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespons ini dengan positif,” katanya. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

