Selasa, 1 September 2026

BEI Tunda Penerapan Harga Minimum Saham Rp1, Tunggu Kesiapan Anggota Bursa

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia. Foto: Istimewa

Sebaliknya, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus membuat proses pembentukan harga atau price discovery menjadi lebih baik.

“Harusnya tidak ada, tidak akan mempengaruhi potensial outflow. Tetapi, yang kita tuju adalah likuiditas yang lebih baik dan price discovery yang lebih baik,” ujar Jeffrey.

BEI juga optimistis kebijakan tersebut akan mendapat respons positif dari penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE.

Optimisme itu didasarkan pada tanggapan positif pelaku pasar selama rangkaian diskusi, sosialisasi, dan simulasi penerapan kebijakan.

Menurut Jeffrey, BEI sebelumnya telah menggelar forum group discussion (FGD) serta sosialisasi kepada pelaku pasar. Selain itu, simulasi perdagangan dilakukan pada 22 dan 29 Agustus 2026.

“Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespons ini dengan positif,” katanya. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 1 September 2026
28o
Kurs