Tapi, Luhut menegaskan kerja sama investasi tidak boleh berhenti pada proyek besar semata. Hasilnya harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya tegaskan kepada beliau, kerja sama Indonesia-China tidak boleh berhenti sebatas proyek megah di atas kertas semata. Hasilnya harus konkret: membuka lapangan kerja, mentransfer teknologi, dan menaikkan taraf hidup masyarakat kita,” ujarnya.
Ke depan, Indonesia dan China juga membuka peluang memperluas kerja sama ke sejumlah sektor strategis baru, seperti energi hijau, kecerdasan buatan, ekonomi digital, bioteknologi, hingga pengembangan GovTech.
Melalui kerja sama DEN dengan National Development and Reform Commission (NDRC) China, kedua negara juga berencana menyusun peta jalan jangka panjang untuk sejumlah agenda strategis, termasuk kereta api cepat, energi hijau di Kalimantan Utara, dan pengentasan kemiskinan.
Wang Yi berada di Jakarta pada 20-22 Agustus 2026 untuk menghadiri pertemuan pertama Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) serta Pertemuan Kedua Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia-China. (ant/bil/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

