Selasa, 11 Agustus 2026

BPS: Sensus Ekonomi 2026 Perbarui Data Struktur Ekonomi dan UMKM

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pengunjung saat memilih aneka jajanan pelaku UMKM dalam Surabaya Urban Fest 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Minggu (29/3/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Sensus Ekonomi 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbarui data struktur perekonomian nasional, termasuk kondisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi dasar kajian dan penyusunan kebijakan.

“Sensus ekonomi itu kegiatan kita yang jelas itu sepuluh tahun sekali. Terakhir 2016, sekarang kita melaksanakan lagi di tahun 2026,” ujar M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/8/2026.

Edy menjelaskan, data hasil sensus terakhir pada 2016 sudah tidak cukup menggambarkan kondisi perekonomian saat ini. Dalam satu dekade terakhir, cara masyarakat memproduksi, memasarkan, mendistribusikan, dan bertransaksi berubah signifikan. Pertumbuhan perdagangan digital juga melahirkan banyak model usaha baru, termasuk UMKM yang menjalankan bisnis dari rumah lewat marketplace dan berbagai platform digital.

“Kalau kita kembali ke 2016, pasti kegiatan ekonomi itu sudah sangat berubah. Cara orang memproduksi barang sudah berubah, cara orang memasarkan, mendistribusikan barang sudah berubah,” katanya.

Karena itu, BPS perlu kembali memotret struktur ekonomi secara menyeluruh pada 2026. Pendataan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026, dan hingga 7 Agustus, capaian pendataan sudah mencapai sekitar 86 persen dari estimasi populasi usaha.

Menurut Edy, data individu yang dikumpulkan BPS dilindungi Undang-Undang Statistik. Data yang dipublikasikan kepada masyarakat berupa data agregat, bukan informasi individual setiap pelaku usaha. Data ini nantinya menjadi bahan untuk melihat struktur dan karakteristik perekonomian, termasuk memetakan kondisi UMKM.

“Kalau kita tidak disensus atau kita tidak didata, barangkali kita dianggap tidak ada. Enggak pernah ada rekaman dari data kita di dalam sensus ekonomi, berarti kita tidak ada dalam gambaran itu,” kata Edy.(ant/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2026
27o
Kurs