Minggu, 30 Agustus 2026

Bursa Saham Indonesia Menghijau, IHSG Melonjak Berkat Peringkat Kredit S&P

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Saham naik. Foto: suarasurabaya.net

S&P menilai pelemahan kondisi fiskal dan sektor eksternal Indonesia hanya bersifat sementara. Lembaga pemeringkat global itu meyakini kondisi tersebut akan membaik seiring meningkatnya harga komoditas serta upaya pemerintah memperkuat penerimaan negara.

Dalam laporannya, S&P juga menyebut prospek stabil mencerminkan keyakinan bahwa penerimaan negara akan terus pulih sepanjang tahun ini, sementara pendapatan ekspor diperkirakan meningkat mengikuti tren penguatan harga komoditas global.

Selain itu, S&P memperkirakan pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maksimal tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Lembaga tersebut juga memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,1 persen pada 2026.

Dalam jangka menengah, pertumbuhan ekonomi diperkirakan rata-rata mencapai 4,9 persen per tahun selama periode 2026–2029 yang ditopang belanja pemerintah, program hilirisasi industri, serta pengelolaan sumber daya alam yang semakin kuat.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 30 Agustus 2026
26o
Kurs