Hal yang lebih penting adalah memastikan seluruh kapasitas pencegahan dan respons benar-benar tersedia dan dapat digunakan ketika dibutuhkan.
Sejumlah aspek yang perlu menjadi prioritas antara lain kesiapsiagaan, pemantauan risiko, sistem peringatan dini atau early warning, ketersediaan personel dan logistik, pemeliharaan peralatan, hingga koordinasi antara BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kecepatan respons ketika titik api atau potensi bencana mulai terdeteksi juga menjadi faktor penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Fakhrul mengatakan pengelolaan risiko pada dasarnya mengikuti prinsip sederhana. Semakin besar kemungkinan suatu bencana terjadi dan semakin besar potensi kerugiannya, semakin tinggi pula kebutuhan terhadap kesiapsiagaan.
“Karena itu, ketika risiko El Nino dan karhutla meningkat, kapasitas penanggulangan bencana tidak seharusnya justru melemah,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

