Sekitar 3 juta orang di Indonesia terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat menggunakan masker dan rutin memantau kualitas udara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan mengatakan, paparan asap karhutla perlu diwaspadai karena mengandung partikel halus PM2,5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi di Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan data Kemenkes per Jumat (21/8/2026), karhutla telah menyebar di 87 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi.

NOW ON AIR SSFM 100

