Kementerian Kehutanan meminta pemantauan titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting agar petugas dapat segera mendatangi lokasi yang terindikasi mengalami kebakaran dan mencegah api meluas.
Raja Juli Antoni Menteri Kehutanan mengatakan, penanganan sejak dini menjadi kunci untuk mengendalikan karhutla, terutama ketika jumlah titik panas mengalami perubahan dengan cepat.
“Aksi cepat melakukan pemadaman dan pembasahan bisa menekan api semakin membesar dan meluas akhirnya sulit dikendalikan,” kata Raja Juli di Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menyediakan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) yang dapat digunakan petugas gabungan untuk memantau perkembangan titik panas secara realtime.












